Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Lestari, Dwi
Kartini, Farida
Subject
LB2361 Curriculum
Datestamp
2017-12-29 03:50:37
Abstract :
LatarBelakang: Metode bimbingan (coaching) mempunyai andil yang cukup
besar dalam kegiatan belajar mengajar. Kemampuan yang diharapkan dapat
dimiliki peserta didik, akan di tentukan oleh kerelevansian penggunaan suatu
metode sesuai dengan tujuan. Itu berarti tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan
penggunaan metode yang tepat, sesuai standar keberhasilan yang terpatri di dalam
suatu tujuan. Berdasarkan studi pendahuluan pada data dari STIKES Yogyakarta
nilai ujian mahasiswa pada Tahuna Ajaran 2011/2012 untuk pemeriksaan leopold
didapat 31 dari 90 mahasiswa yang di nyatakan tidak lulus, yang metode
pembelajarannya menggunakan demonstrasi.
TujuanPenelitian: Diketahuinya perbedaan metode coaching dan demonstrasi
terhadap kompetensi melakukan pemeriksaan leopold pada mahasiswa semester II
STIKES Yogyakarta, tahun 2012.
Metode Penelitian :Metode yang digunakan adalah rancangan True eksperimen
yaitu rancangan posttest dengan kelompok kontrol (Posttest Only Control Group
Design). Sampelnya adalah total populasi 52 orang yang dibagi dalam dua
kelompok yaitu 26 mahasiswa sebagai kelompok kontrol, 26 mahasiswa sebagai
kelompok eksperimen. Pengumpulan data dengan menggunakan ceklist, dengan
uji t test.
Hasil: Setelah diberikannya metode demonstrasi dari 26 peserta uji pada
kelompok kontrol sebanyak 13 mahasiswa (50%) mendapatkan nilai test dengan
kategori kurang, sedangkan pada kelompok eksperimen dengan metode coaching,
setelah test mendapatkan kategori baik yaitu terdiri 20 responden (76,9%). Hasil
uji t test diperoleh nilai p=0,030.
Kesimpulan : Ada perbedaan yang signfikan pada pembelajaran dengan metode
coaching terhadap kemampuan melakukan pemeriksaan leopold dibandingkan
dengan metode demonstrasi. Diharapkan agar tenaga pengajar di STIKES
Yogyakarta untuk mengikuti pelatihan-pelatian untuk meningkatan kompetensi
mahasiswa.