Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Hamzah, Rori
Widaryati, Widaryati
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2017-11-21 06:01:02
Abstract :
Intisari: Kualitas hidup seringkali memburuk pada penderita gagal jantung. Penurunan ini
terkait dengan intoleransi mereka dalam beraktivitas fisik dan gejala psikologis, penurunan
peran dalam keluarga dan pernikahan serta berkurangnya fungsi kerja dan dukungan sosial
yang mereka terima. Usia dan jenis kelamin menentukan perbedaan strategi koping dalam
mengatasi berbagai penurunan fungsi pada pasien gagal jantung. Penelitian bertujuan untuk
menganalisis hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan kualitas hidup pada penderita
gagal jantung di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Penelitian kuantitatif korelatif dengan
pendekatan cross sectional. Penelitian melibatkan 60 penderita gagal jantung yang diambil
dengan teknik purposive sampling. Kualitas hidup diukur dengan kuesioner WHOQOL
(World Health Organization?s Quality of Life). Tabulasi silang hubungan antara usia dan jenis
kelamin dengan kualitas hidup dianalisis dengan Kendall Tau. Usia penderita gagal jantung
terbagi secara seimbang antara 46-64 tahun dan ?65 tahun. Sebagian besar penderita gagal
jantung adalah laki-laki (60%). Ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara usia dan
jenis kelamin dengan kualitas hidup pada penderita gagal jantung di RS PKU Muhammadiyah
Yogyakarta (p=0,001).
Kata kunci: kualitas hidup, pasien gagal jantung, jenis kelamin, usia.