Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Fenny Risna Sari BR Regar, 1711304102
Dhiah Novalina, S.Si., M.Si.
Monika Putri Solikah, S.ST., M.Biomed
Subject
RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Datestamp
2022-06-02 07:01:57
Abstract :
Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Anopheles
betina. Penyakit ini dapat menyerang semua kalangan umur dari anak-anak hingga
lansia dan dapat menyebabkan kematian. Segala upaya dalam melakukan pencegahan
terhadap malaria terhambat oleh resistensi berbagai obat antimalaria. Sehingga perlu
dilakukan pencarian obat baru yang berasal dari tumbuhan, dimana efeknya tidak
berbahaya bagi tubuh manusia, namun berbahaya bagi parasit malaria. Tumbuhan
yang berkhasiat sebagai obat antimalaria antara lain sambiloto (Andrographis
paniculata) dan pepaya (Carica papaya Linn). Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi kandungan sambiloto dan pepaya sebagai antimalaria, melihat
perbandingan uji efektivitas antimalaria ekstrak sambiloto dan pepaya terhadap
Plasmodium falciparum, membandingkan kedua ekstrak tersebut manakah yang lebih
efektif sebagai antimalaria Plasmodium falciparum. Penelitian ini menggunakan
metode literature review. Tumbuhan sambiloto dan pepaya dapat menghambat
pertumbuhan parasit yang diakibatkan Plasmodium falciparum. Sambiloto dan
pepaya memiliki beberapa senyawa yang berkhasiat sebagai antimalaria antara lain
flavonoid, alkaloid, saponin, dan tannin. Dari kedua ekstrak tersebut pepaya memiliki
potensi lebih aktif sebagai antimalaria Plasmodium falciparum. Ekstrak tumbuhan
sambiloto dan pepaya aktif sebagai obat herbal antimalaria Plasmodium falciparum.
Sambiloto dan pepaya mengandung senyawa aktif yang berpotensi sebagai
antimalaria.