Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Edi Ferdiantoro, 1711401004
Agung Nugroho, AMG., MPH
Nor Eka Noviani, S.Gz., MPH
Subject
RG Gynecology and obstetrics
Datestamp
2022-09-13 02:00:03
Abstract :
Permasalahan stunting di Iindonesia masih menjadi masalah yang menjadi fokus yang tertuang
dalam percepatan penurunan stunting. Prevalensi stunting cenderung mengalami penurunan,
namun setelah mewabahnya COVID-19 yang berlanjut pada masa pandemi COVID-19 menjadi
tantangan tersendiri baik bagi pemerintah maupun pelayanan kesehatan dasar seperti di
Puskesmas. Puskesmas Depok II merupakan salah satu fasilitas layanan kesehatan dasar yang di
masa pandemi COVID-19 menanggulangi kasus COVID-19 juga stunting. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui dampak pandemi COVID-19 terhadap angka stunting di wilayah
kerja puskesmas Depok II, Kabupaten Sleman. Metode penelitian yaitu penelitian deskriptif
kuantitatif. Mendeskripsikan karakteristik balita stunting berdasarkan jenis kelamin dan usia
serta prevalensi stunting di masa pandemi COVID-19 kemudian mendeskripsikan dampak
terhadap berbagai aspek lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita stunting dengan jenis
kelamin laki-laki lebih tinggi dibandingkan perempuan tahun 2019 (55,3%) dan tahun 2020
(57,9%), frekuensi stunting tertinggi pada rentang usia 24-59 bulan (63,8%) tahun 2019 dan
(66,3%) tahun 2020 serta prevalensi stunting turun sebesar 3,1%. Pandemi COVID-19 memiliki
dampak terhadap berbagai aspek seperti aspek ekonomi yang cenderung mengalami penurunan
karena pengangguran dan pendapatan masyarakat menurun. Aspek kesejahteraan yang dilihat
dari meningkatnya perselisihan dilingkup keluarga karena perekonomian. Aspek sosial memiliki
dampak terhadap psikologis anak dan karena pembatasan kegiatan sosial. Kesimpulan diperoleh
bahwa Pandemi COVID-19 memiliki dampak dalam menurunkan angka stunting di wilayah
kerja puskesmas Depok II. Selain itu, pandemi COVID-19 memiliki dampak terhadap berbagai
macam aspek. Oleh karena itu, perlunya tindakan lebih lanjut dan partisipasi bersama untuk
menangani stunting.