Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Firdona Adi Putra, 1810301185
Rizky Wulandari, SST, M.Fis
Dita Kristiana, S.ST, MH
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2022-10-31 04:31:49
Abstract :
Latar Belakang: PPOK merupakan sebuah penyakit diakibatkan karena terdapatnya
sebuah penyumbatan pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh emfisema dan
bronchitis kronis. Pada PPOK jalan nafas menjadi menyempit dan mengakibatkan
penurunan Peak Expiratory Flow (PEF). Peak Expiratory Flow (PEF) atau arus puncak
ekspirasi adalah pencapaian aliran udara tertinggi pada saat ekspirasi serta gambaran
perubahan ukuran jalan nafas yang semakin membesar. Pursed Lips Breathing
merupakan suatu latihan pernafasan dengan cara merapatkan bibir yang bertujuan untuk
melambatkan ekspirasi, mencegah kolaps unit pada paru, serta membantu pasien dalam
mengendalikan frekuensi pernapasan dan kedalaman pernapasan. Tujuan: Untuk
mengetahui pengaruh pemberian Pursed Lip Breathing terhadap peningkatan Peak
Ekspiratory Flow pada Penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Metode:
Metode penelitian yang digunakan yaitu narrative review dengan framework PICO
(Population/Patient/Problem, Intervention, Comparation, and Outcome). Jurnal yang
dicari berasal dari 3 database yaitu Google Scholar dengan hasil 147 artikel Pubmed 1
artikel dan ScienceDirect 79 artikel. Hasil : Dari pencarian keseluruhuan 3 database
berjumlah 226 artikel, setelah dilakukan screening judul dan relevansi abstrak serta
screening full text diperoleh 10 jurnal yang membuktikan pengaruh pemberian Pursed
Lip Breathing terhadap peningkatan Peak Exspiratory Flow pada penderita penyakit
Paru obstruktif kronis (PPOK). Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian Pursed
Lip Breathing terhadap peningkatan Peak Exspiratory Flow pada penderita penyakit
Paru obstruktif kronis (PPOK).