Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Nida Rifdah Rofifah, 1810301024
Rizky Wulandari, SST, M.Fis
Siti Khotimah, SST.FT., M. Fis
Subject
RM Therapeutics. Pharmacology
Datestamp
2022-10-31 04:47:35
Abstract :
Latar belakang: Autis tidak digolongkan penyakit tetapi suatu kumpulan gejala
kelainan perilaku dan kemajuan perkembangan, dengan kata lain pada anak autis
terjadi kelainan emosi, intelektual, dan kemauan. Hambatan belajar dapat muncul
dalam banyak bentuk, salah satunya adalah hambatan kognitif termasuk dalam
konsentrasi belajar. Konsentrasi belajar siswa akan memberikan pengaruh terhadap
proses dan hasil belajar yang diperoleh. Frekuensi latihan berpengaruh terhadap
peningkatan hasil belajar anak. Artinya, ketika latihan motorik halus dilakukan
dengan sesering mungkin maka akan berpengaruh kepada tingkat hasil belajar yang
berkaitan juga dengan konsentrasi belajar siswa. Tujuan: Untuk mengetahui
hubungan frekuensi latihan motorik halus terhadap konsentrasi belajar pada siswa
autis di sekolah luar biasa Yogyakarta. Metodologi: Jenis penelitian ini adalah
penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian korelasi dengan pendekatan
studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa autis yang
bersekolah di sekolah khusus autisme bina anggita Yogyakarta berjumlah 40 siswa.
Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dan uji korelasi
menggunakan spearman?s rank correlation. Hasil penelitian: Pengambilan data
dalam penelitian ini dilakukan selama 3 hari. Dalam penelitian ini didapatkan hasil
sig. (2-tailed) sebesar 0.761 yang artinya >0.05 sehingga tidak adanya hubungan
frekuensi latihan motorik halus terhadap konsentrasi belajar. Kesimpulan: Tidak ada
hubungan frekuensi latihan motorik halus terhadap konsentrasi belajar pada siswa
autis di sekolah luar biasa Yogyakarta. Saran: Bagi peneliti yang ingin mendalami
topik yang sama diharapkan lebih mempertimbangkan variabel lain yang mungkin
memiliki hubungan yang kuat antar variabelnya dan pihak yang terkait dapat tetap
memperhatikan kebutuhan pada siswa autis untuk menunjang dalam proses
pembelajaran