Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Auwalid Yuliatul Nafi’ah, 1811304115
Yeni Rahmawati, S.Si., M.Sc
Farida Noor Irfani, S.Si., M.Biomed.
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2023-07-21 06:23:36
Abstract :
Corona virus disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit yang disebabkan
virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) dan
menjadi pandemi di awal tahun 2020. Kadar interleukin-6 (IL-6) merupakan
penanda inflamasi yang akan meningkat pada kasus COVID-19. Penyakit ini
dapat diterapi dengan pemberian vitamin C dan vitamin D yang berperan sebagai
anti-oksidan dan anti-inflamasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh
pemberian suplemen vitamin C dan vitamin D terhadap kadar interleukin-6 pada
COVID-19. Metode yang digunakan, yaitu ulasan pada dua database PubMed dan
Google Scholar. Jurnal yang diulas memuat pengukuran dosis vitamin C dan
vitamin D terhadap kadar IL-6 pada pasien COVID-19 dengan status keparahan
tinggi. Hasil penelusuran literatur diperoleh 10 jurnal yang menunjukkan bahwa
sesudah pemberian vitamin C dosis tinggi sebanyak 12 g terdapat penurunan
persentase kadar IL-6 sebesar 95,3% dibanding sebelum pemberian, sedangkan
vitamin D dosis tinggi sebesar 60.000 IU terdapat penurunan kadar IL-6 mencapai
3 pg/mL dari sebelumnya yakni 15 pg/mL. Variasi penambahan dosis tinggi
menunjukkan kecenderungan kadar IL-6 yang semakin rendah di COVID-19.
Beberapa faktor yang mempengaruhi efektivitas pemberian vitamin C dan D
antara lain: usia, jenis kelamin, komorbid dan berat badan. Kesimpulan pada
penelitian ini Pemberian vitamin C dan vitamin D dengan dosis tinggi berperan
sebagai imunosupresor kadar IL-6 pada pasien COVID-19 dengan tingkat
keparahan yang tinggi. Disarankan penelitian lebih lanjut perlu dilakukan terkait
dosis dan waktu yang optimal dalam pemberian vitamin C dan vitamin D terhadap
penurunan sitokin pro-inflamasi lainnya pada penyakit COVID-19.