Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Riski Harumi Asti, 1811304026
Farida Noor Irfani, S.Si., M.Biomed.
Briliana Nur Rohima, M.Sc., Sp.PK
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2023-07-21 23:13:30
Abstract :
Penyakit Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) pertama kali dilaporkan di
Wuhan, China pada akhir Desember 2019. COVID-19 disebabkan oleh Severe
Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Metode Reverse
Transcription-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dengan sampel swab
nasofaring-orofaring adalah metode gold standard yang direkomendasikan oleh
World Health Organization (WHO) untuk diagnosis infeksi SARS-CoV-2.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan penggunaan sampel
swab nasofaring-orofaring dengan sampel saliva pada pemeriksaan RT-PCR
COVID-19. Jenis penelitian ini adalah literature review yang menggunakan jurnal
penelitian ilmiah, pencarian jurnal menggunakan tiga database yaitu Google
Scholar, PubMed, dan Science Direct. Hasil penelitian menyatakan nilai
sensitivitas sampel swab nasofaring-orofaring berada pada rentang 91,0% -
96,67%, sedangkan nilai sensitivitas sampel saliva berada pada rentang 80,0% -
95,7%. Nilai spesifisitas sampel swab nasofaring-orofaring berada pada rentang
98,0%-100,0%, sedangkan nilai sensitivitas sampel saliva berada pada rentang
90,0%-100,0%. Nilai sensitivitas dan spesifisitas sampel swab nasofaring?orofaring lebih tinggi daripada sampel saliva. Perlu dilakukan penelitian lebih
lanjut dengan menggunakan artikel atau jurnal sebagai referensi penelitian
mengenai perbandingan penggunaan sampel swab nasofaring-orofaring dengan
sampel saliva untuk diagnosis COVID-19.