Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Nur‟inayah Magfirah, 1811304009
Nazula Rahma Shafriani, S.Si., M.Biomed
Dhiah Novalina, S.Si., M.Si.
Subject
RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Datestamp
2023-07-21 23:41:44
Abstract :
Tumbuhan sage (Salvia officinalis) yang termasuk ke dalam anggota famili
Lamiaceae. Tanaman ini juga digunakan sebagai antibakteri. Penelitian ini
bertujuan untuk mempelajari aktivitas antibakteri ekstraks sage (Salvia officinalis)
terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutanas dan Lactobacillus acidophilus
dengan metode difusi. Metode yang digunakan yaitu literature review dengan
penelusuran 10 jurnal terdahulu yang memiliki persamaan topik dalam waktu terbit
2012-2022. Berdasarkan hasil review dari 10 jurnal yang telah dilakukan diketahui
bahwa terdapat dua kategori sensitivitas antibakteri, yaitu resistant dan sensitif.
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan kandungan senyawa aktif sage yang
berperan sebagai antibakteri adalah senyawa borneol, senyawa camphen, senyawa
1,8-cineole dan flavonoid. Luas zona hambat yang terbentuk menunjukkan
persentase kategori resistant dan sensitif pada sensitivitas bakteri Streptococcus
mutans terhadap ekstrak sage (Salvia officinalis) adalah sebesar 8,5% dan 91,4%.
Persentase persentase kategori resistant dan sensitif pada sensitivitas bakteri
Lactobacillus acidophilus terhadap ekstrak sage (Salvia officinalis) adalah sebesar
6,3% dan 93,6%. Konsentrasi 100% merupakan konsentrasi terbaik dalam
menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans dan Lactobacillus
acidophilus. Tetapi berdasarkan hasil uji oneway anova dapat disimpulkan bahwa
tidak ada pengaruh yang signifikan antara pemberian ekstrak sage (Salvia
officinalis) terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans dan Lactobacillus
acidophilus