Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Stefianingsih Putri N Musa, 1811401055
Faurina Risca Fauzia, S.Gz, MPH
Astari Puruhita Ansokowati, S.Gz.,MPH
Subject
RC620-627 Nutritional
Datestamp
2023-07-21 07:32:01
Abstract :
Pada masa balita proses pertumbuhan dan perkembangan terjadi dengan sangat
pesat, sehingga diperlukan asupan nutrisi yang tinggi. Asupan makan merupakan
salah satu penyebab langsung yang mempengaruhi status gizi balita. Profil
Kesehatan Kabupaten Sleman (2020), menunjukkan prevalensi status gizi buruk dan
gizi kurang masih di bawah target Indikator kinerja program gizi yaitu sebanyak
8,17%. Prevalensi balita dengan status gizi sangat kurang dan kurang di Daerah
Trihanggo sebesar 2,74% dan belum mencapai target prevalensi balita gizi kurang
yaitu <1% (Puskesmas Gamping II, 2020). Solusi yang dapat dilakukan yaitu
mengembangkan formula PMT dengan produk pangan bernilai gizi tinggi untuk
balita. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh PMT nugget kelor (moringa
oleifera) terhadap perubahan berat badan pada balita. Jenis penelitian ini adalah
quasy experiment dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel pada
penelitian ini adalah balita dengan usia 36-59 bulan dengan kriteria eksklusi nilai Zscore
pada
BB/U
>1,0
SD
(overweight)
dipilih
dengan
teknik
pengambilan
sampel
Purposive
Sampling sebanyak 25 responden. Lokasi penelitian di Posyandu
Padukuhan Trini. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan pengukuran berat
badan. Pengolahan dan analisis data menggunakan program STATA 14 dengan uji
Paired T-test. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata berat
badan balita sebelum intervensi 13,56±3,08 dan rata-rata berat badan sesudah
intervensi 14,28±2,99. Hasil analisis uji Paired T-test nilai Sig. (2-tailed) sebesar
0,000 < 0,05, maka menunjukkan bahwa nugget kelor dapat mempengaruhi
perubahan berat badan pada balita. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada perubahan
berat badan rata-rata sebelum dan sesudah intervensi nugget kelor dengan perubahan
yaitu meningkat sebesar 0,38 kg. Saran bagi peneliti selanjutnya untuk
memperhatikan perlunya kelompok kontrol.