Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Nila Ayu Nurazizah, 1910301150
Sri Lestari, S.ST., MMR
Dika Rizki Imania, SST.FT., M.Fis
Subject
RZ Other systems of medicine
Datestamp
2023-10-31 09:01:11
Abstract :
Latar Belakang: Sikap kerja yang sering dilakukan oleh manusia dalam melakukan
pekerjaan antara lain duduk, berdiri, membungkuk, jongkok, berjalan dan lain-lain. Sikap
kerja tersebut dilakukan tergantung dari kondisi dalam sistem kerja yang ada dapat
menimbulkan kelelahan kerja sdapat menurunkan efisiensi, performa kerja dan nyeri otot
gastrocnemius biasanya timbul nyeri di daerah betis. Tujuan: Penelitian ini dilakukan
bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap kerja berdiri terhadap kelelahan kerja
dan nyeri otot gastrocnemius pada karyawan pengolahan susu kambing di Turi
Yogyakarta. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan
pendekatan Cross Sectional dengan teknik Purposive Sampling. Sampel dalam penelitian
ini diperoleh dari rumus Slovin yaitu 60 orang. Alat ukur instrumen yang digunakan pada
penelitian ini adalah kuesioner Fatigue Assesment Scale, Rapid Entire Body Assesment,
dan pengukuran Visual Analogue Scale. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
karakteristik mayoritas responden berumur 51-60 tahun, masa kerja mayoritas 1-5 tahun,
sikap kerja berdiri kategori sedang sebanyak 32 orang (53.3%), mengalami kelelahan
kerja sebanyak 53 orang (88.3%), nyeri otot gastrocnemius kategori nyeri sedang
sebanyak 24 orang (40.0%), ada hubungan antara sikap kerja berdiri terhadap kelelahan
kerja pada karyawan pengolahan susu kambing di Turi Yogyakarta (p=0,039), ada
hubungan antara sikap kerja berdiri terhadap nyeri otot gastrocnemius pada karyawan
pengolahan susu kambing di Turi Yogyakarta (0,021). Simpulan: Ada hubungan antara
sikap kerja berdiri terhadap kelelahan kerja dan nyeri otot gastrocnemius pada karyawan
pengolahan susu kambing di Turi Yogyakarta. Saran: Bagi karyawan pengolahan susu
kambing di Turi Yogyakarta untuk mengurangi sikap kerja berdiri terlalu lama, kelelahan
kerja dan nyeri otot gastrocnemius di sarankan 30 menit atau 1 jam sekali melakukan
peregangan.