Abstract :
Perencanaan prasarana transportasi terutama jembatan memerlukan suatu analisis struktur terhadap
gaya-gaya yang bekerja pada jembatan. Perancangan jembatan ini menggunakan faktor beban dalam
keadaan batas ultimate design dengan acuan Pedoman Perencanaan Pembebanan Jembatan Jalan
Raya (PPPJR, 1987).
Panjang total bentang jembatan yang dirancang adalah 25,00 m dengan lebar lalu lintas 7,00 m, lebar
trotoir 2× 1,00 m, dan tinggi jembatan 8,00 m. Jarak antar gelagar memanjang 1,50 m dan jarak antar
gelagar melintang 5,00 m. Mutu beton yang digunakan untuk kerb dan lantai jembatan yaitu mutu
baja fy = 400 MPa (BJTD untuk Ø > 12,00 mm sedangkan BJTP untuk Ø ? 12,00 mm). Jembatan
yang dirancang adalah jembatan baja warren truss.Analisis kekuatan struktur berdasarkan bebanbeban
yang bereaksi pada struktur jembatan yaitu aksi tetap (berat sendiri, berat tambahan, dan
beban), aksi transiens (beban lajur D, gaya rem, dan beban kejut), dan aksi lingkungan (beban
angin dan beban gempa). Jembatan baja ini menggunakan profil WF 300×250×10×10 (mm) (gelagar
memanjang bagian tengah), profil WF 300×250×10×10 (mm) (gelagar memanjang bagian tepi),
profil WF 600×300×12× 20 (mm) (gelagar melintang), dan profil siku L 150×150×15 (mm) (ikatan
angin). Lantai jembatan dirancang dengan ketebalan 25,00 cm, tulangan utama Ø 16?200 dan
tulangan pembagi Ø 12?200, sedangkan pekerasan aspal dirancang dengan ketebalan 5,00 cm. Alat
penyambung geser untuk lantai komposit digunakan stud geser 3 inci dengan diameter kepala ¾ inci.