Abstract :
Latar Belakang: Penyakit Ginjal Kronik atau PGK merupakan masalah
kesehatan masyarakat yang menyeluruh dan dapat menyebabkan prognosis
yang buruk. Tahun 2014 terdapat 28.882 penderita PGK di Indonesia yang
meningkat 10% tiap tahunnya. Hemodialisa merupakan terapi yang digunakan
untuk meningkatkan kualitas hidup pasien, upaya lain unuk meningkakan
kualitas hidup pasien adalah dengan meningkatkan Spiritual Well-Being
pasien. Rutinitas melakukan dzikir dapat dijadikan salah satu alternatif untuk
meningkatkan Spiritual Well-Being pada pasien PGK yang menjalani HD.
Tujuan : Mengetahui pengaruh rutinitas dzikir terhadap Spiritual Well-Being
pada pasien hemodialisa.
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode penelitian
kuantitatif dengan jenis penelitian pra eksperimental dengan rancangan onegroup
pre-test
and
post-test
design.
Responden
dalam
penelitian
ini
berjumlah
41
orang dengan tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive
sampling. Uji analisa menggunakan Paired Sample T-Test.
Hasil : Hasil rata-rata Spiritual Well-Being pada pasien hemodialisa sebelum
dilakukan intervensi memiliki nilai 65,95, sedangkan hasil rata-rata Spiritual
Well-Being setelah dilakukan intervensi memiliki nilai 101,02 sehingga
memiliki perbedaan nilai 35,073. Hasil uji analisia data menggunakan Paired
Sample T-Test mendapatkan hasil adanya pengaruh rutinitas dzikir terhdap
Spiritual Well-Being pada pasien hemodialisa dengan nilai p=0,000<0,05.
Simpulan : Ada pengaruh rutinitas dzikir terhadap Spiritual Well-Being pada
pasien hemodialisa di RSUD Wates Kulon Progo Yogyakara.
Kata Kunci : Hemodialisa, Spiritual Well-Being, Dzikir