Abstract :
Latar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit metabolik yang terjadi
akibat tubuh tidak bisa menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif.
Prevalensi diabetes melitus pada tahun 2018 di Puskesmas Kalimanggis menepati
urutan ke 3 dari 37 Puskesmas yang ada di Kabupaten Kuningan dengan prevalensi
sebesar 56,1%. Aktivitas fisik berperan utama dalam pengaturan kadar gula darah.
Pada saat melakukan aktivitas fisik, sensitivitas insulin meningkat, namun resistensi
insulin akan berkurang, hal ini mengakibatkan kebutuhan insulin pada DM tipe 2
akan berkurang. Pada penderita diabetes melitus intensitas dalam melakukan
aktivitas fisik berpengaruh terhadap kadar glukosa darah.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada
penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Kalimanggis
Kabupaten Kuningan.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian
penderita diabetes melitus tipe 2 berjumlah 44 orang yang memenuhi kriteria
inklusi dan eksklusi diperoleh dengan teknik non probability sampling dengan jenis
purposive sampling. Data aktivitas fisik diperoleh dengan menggunakan kuesioner
dan kadar gula darah diukur dengan menggunakan glucometer. Teknik analisis data
hubungan aktivitas fisik dan gula darah sewaktu diukur menggunakan uji chisquare
menggunakan
fisher
exact
test
dengan
software
SPSS
16.0.
Hasil:
Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan pada
aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2 di
wilayah kerja Puskesmas Kalimanggis dengan nilai p-value 0,001 (<0,05).
Kesimpulan: Sebagian besar memiliki aktivitas fisik sedang dan kadar gula darah
tidak terkontrol. Sehingga terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar
gula darah.
Kata Kunci: aktivitas fisik, diabetes melitus, kadar gula darah