Abstract :
Semakin bertambah dan meningkatnya jumlah penduduk dengan segalah
kegiatannya, maka jumlah air limbah juga akan mengalami peningkatan. Industri
rumah makan menghasilkan limbah yang berupa sisa makanan, minuman, sampah
organik (dari dapur), minyak dan air sabun, yang tentunya akan mencemari
lingkungan. Parameter wajib yang dapat menunjukkan terjadinya pencemaran
oleh air buangan limbah domestik adalah TSS dan Minyak Lemak. Teknologi
yang mampu mengolah limbah cair rumah makan adalah menggunakan metode
fitoremediasi. Fitoremediasi merupakan suatu sistem yang menggunakan tanaman,
dimana tanaman tersebut bekerjasama dengan mikroorganisme dalam media
untuk mengubah, menghilangkan, menstabilkan, atau menghancurkan zat
kontaminan. Penelitian ini menggunakan tanaman Paku Air (Azolla Pinnata) yang
digunakan dalam menurunkan konsentrasi TSS dan Minyak Lemak pada limbah
cair Rumah Makan, dengan variasi kerapatan tanaman 30 mg/cm2
, 40 mg/cm2
,
dan 50 mg/cm2
dan variasi pengambilan sampel selama 5 hari yaitu hari ke 1, 2, 3,
4, dan 5, yang menggunakan dengan metode fitoremediasi aliran reaktor kontinyu.
Hasil penelitian dengan menggunakan tanaman Paku Air (Azolla Pinnata)
mampu menurunkan konsentrasi TSS dan minyak lemak, keefektifitasan ini
terjadi pada waktu pengambilan sampel hari ke-5 dan kerapatan tanaman 50
mg/cm2
yang mampu menurunkan konsentrasi TSS dari 186.56 mg/l menjadi 94.7
mg/l dan konsentrasi Minyak Lemak dari 38.55 mg/l menjadi 9.7 mg/l.
Kata kunci: Azolla Pinnata, Kontinyu, Limbah Cair Rumah Makan, Minyak
Lemak, TSS