DETAIL DOCUMENT
MENGHITUNG KANDUNGAN SEDIMEN TERSUSPENSI DI MUARA SUNGAI PADOLO AKIBAT BANJIR BANDANG BERDASARKAN CITRA SATELIT MULTI TEMPORAL (Studi Kasus : Kota Bima)
Total View This Week0
Institusion
Institut Teknologi Nasional Malang
Author
RAHMAN, ANDI
Subject
Geodesy Engineering 
Datestamp
2022-01-18 01:28:45 
Abstract :
Kota Bima secara topografi memiliki daerah perbukitan dan daerah dataran. Namun disisi lain, keadaan fisik yang seperti ini juga menjadi ancaman sekaligus tantangan dalam pembangunan Kota Bima. Banjir merupakan bahaya laten yang setiap tahun merusak dataran rendah disekitar sungai akibat dari sedimentasi (pengendapan) banjir. Dengan wilayah yang bersebelahan dengan aliran sungai padolo, Faktor penyebab utama terjadinya banjir dibedakan menjadi dua, yaitu penyebab alami dan penyebab yang tidak alami. Oleh karena itu, perlu adanya suatu pemetaan mengenai pola sungai padolo mengingat adanya perkembangan teknologi yang tepat untuk menangani hal tersebut yaitu menggunakan teknologi penginderaan jauh dengan memanfaatkan citra satelit SPOT-6. Dalam teknologi penginderaan jauh terutama pada resolusi spasial dan temporalnya mempermudah salah satu proses tentang menghitung kandungan sedimen tersuspensi di muara sungai padolo akibat banjir bandang berdasarkan citra satelit multi temporal yaitu citra satelit SPOT-6 menggunakan Algoritma Total Suspended Solid (TSS) Syarif Budiman tahun 2004. Hasil akhir dari penelitian ini yaitu berupa peta sebaran TSS sedimen tersuspensi di Muara Sungai Padolo Kota Bima dari tahun 2015, 2016 dan 2019. Hasil dari perhitungan tersebut memiliki nilai kandungan Algoritma TSS yang berbeda beda tiap tahunnya, pada tahun 2015 dan 2016 memiliki selisih nilai kandungan algoritma tss sebesar 11,44 mg/l dan 11,23 mg/l, pada tahun 2019 memiliki sebaran sedimentasi yang lebih besar dengan nilai kandungan Algoritma TSS sebesar 12,59 mg/l. 
Institution Info

Institut Teknologi Nasional Malang