Abstract :
Keterbatasan sumber material batu kali untuk perkerasan jalan di pulau
Madura semakin lama mengbatu kali kekurangan. Namun pada daerah tersebut
terdapat material batu putih yang melimpah dan mudah didapatkan. Dengan
demikian penelitian ini mengambil studi alternatif batu putih limestone sebagai
pengganti agregat 10/10 pada campuran AC-WC. Material batu putih diperoleh dari
desa Soccah Kab. Bangkalan Pulau Madura.
Tujuan dari penalitian ini untuk mengetahui kelayakan dan pengaruh batu
putih dari Desa Soccah Kab. Bangkalan Pulau Madura sebagai pengganti agregat
10/10 ditinjau dari nilai karakteristik Marshall. Selanjutnya merencanakan
pembuatan benda uji sejumlah 45 sampel dengan variasi batu putih 25%, 50% 75%,
100%. Menggunakan persentase KAO dari batu kali 5,80% dan KAO batu putih
5,84% yang dilakukan pada bulan Februari hingga Mei 2020 laboratorium bahan
konstruksi Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang.
Dari hasil penelitian batu putih sebagai pengganti agregat 10/10 pada
campuran AC-WC layak digunakan hal tersebut dapat dilihat dari nilai Stabilitas,
Flow, VIM, VMA, MQ, dan VFA yang telah memenuhi spesifikasi Bina Marga 2018.
Penggunaan batu putih sebagai campuran AC-WC telah mempengaruhi nilai
karakteristik marshall yang signifikan dibuktikan dari hasil pengujian hipotesis
dimana Fhitung 3,501 ? Ftabel 3,48. Presentase optimum penggunaan batu putih
terdapat pada kadar variasi 60,53%. Dengan nilai stabilitas sebesar 1046,40kg,
Flow 3,25 mm, VIM 4,19%, VMA 16,98%, MQ 322,49kg/mm, dan VFA 75,34%.