Abstract :
Energi terbarukan dikembangkan untuk mengurangi pemakaian bahan
bakar fosil yang mulai menipis. Salah satu bentuk penggunaan energi alternatif
yaitu dengan membentuk briket biomassa sebagai bahan bakar alternative
pengganti bahan bakar fosil. Dalam briket menggunakan bahan limbah atau
limbah pertanian. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen, yaitu
dengan pengujian langsung spesimen. Dalam briket menggunakan campuran
sekam padi yang dicampur dengan tetes tebu dan lumpur lapindo. Kemudian
campuran arang sekam padi 60 gr dicampur dengan tetes tebu dan lumpur lapindo
masing-masing sebesar 15,6 gr ; 16,8 gr ; 18 gr ; 19,8 gr ; 20,4 gr ; dan 21,6 gr.
Pengepresan pada briket digunakan tekanan 80 kgf, dengan holding 1 menit.
Pengujian briket arang ampas tebu meliputi nilai kalor pembakaran, laju kalor
pembakran, dan laju massa pembakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
peningkatan nilai kalor tertinggi sebesar 1651.90 kkal pada campuran 21,6 gram
campuran tetes tebu + lumpur lapindo, dan laju kalor tertinggi sebesar 16.0687
kkal/s pada campuran 21,6 gram campuran tetes tebu, sedangkan laju massa
tertinggi sebesar 0,0082474 gr/s pada campuran 21,6 gram campuran tetes tebu +
lumpur lapindo. Dalam hal ini, meningkatnya rasio campuran minyak jarak pagar
berpengaruh terhadap meningkatnya karakteristik pembakaran briket.
Kata kunci: biomassa, arang sekam padi, tetes tebu, lumpur lapindo