Abstract :
Pandemi Covid-19 membuat masyarakat mengenal istilah AKB (Adaptasi
Kebiasaan Baru) dimana masyarakat mulai beradaptasi kebiasaan baru dengan
memakai masker, melakukan hidup bersih dengan mencuci tangan dengan sabun
atau hand sanitizer, menjaga jarak, dan sterilisasi fasilitas yang digunakan
bersama pada sektor transportasi agar masyarakat merasa nyaman saat
menggunakan moda transportasi bus Antar Kota Dalam Provinsi. Angkutan Antar
Kota Dalam Provinsi merupakan angkutan yang salah satu rute Cirebon ? Kuningan
dengan panjang 32,6 km. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
kinerja pelayanan bus Antar Kota Dalam Provinsi, produktifitas angkutan umum
dan solusi terkait dengan hasil evaluasi kinerja pelayanan angkutan bus pada masa
pandemi covid-19.
Dalam penelitian ini indikator yang dinilai yaitu load factor, headway, jarak
tempuh, dan waktu tempuh. Dan juga indikator kepuasan pelayanan dengan
menggunakan metode Importance-Performance Analysis dengan melalui
pendekatan yaitu Realibility, Empathy, Responsivennes, Assurance, Tangibel.
Indikator-indikator tersebut diperoleh dari hasil survei statis.
Dari hasil evaluasi standar pelayanan angkutan umum menurut Word Bank.
Kinerja angkutan AKDP tidak memenuhi standar yang ditetapkan.