Abstract :
Keselamatan jalan menjadi isu penting nasional pada saat ini karena
tingginya angka kecelakaan yang terjadi. Penyebab kecelakaan adalah faktor
manusia, faktor kendaraan, faktor lingkungan dan faktor jalan. Korban meninggal
dunia akibat kecelakaan mencapai 12 orang per hari di daerah Jawa Tengah. Oleh
karena itu, sistem keselamatan angkutan jalan wajib dimiliki oleh setiap
perusahaan angkutan umum. Sistem Manajemen Keselamatan Transportasi Darat
(SMKTD) diterapkan di PT Pertamina Patra Niaga sebagai perusahaan yang
bergerak di bidang pendistribusian minyak dan gas. Pilar kedua SMKTD yaitu
Manajemen Risiko Perjalanan sebagai langkah dalam identifikasi rute yang
dilalui mobil tangki Pertamina. Manajemen risiko perjalanan untuk menentukan
rute yang aman dan selamat dalam proses distribusi bbm.
Metode yang digunakan untuk penilaian risiko dalam penelitian ini adalah
nilai peluang defisiensi keselamatan infrastruktrur jalan terhadap potensi
kecelakaan dan nilai dampak keparahan korban kecelakaan berdasarkan tingkat
fasilitas yang dikemukakan oleh Mulyono (2009).
Hasil pengkategorian risiko pada rute mobil tangki Pertamina SemarangKendal
sebagai
berikut,
untuk
Segmen
1
(Pengapon)
dengan
kategori
risiko
Tidak
Berbahaya
(TB), Segmen 2 (Yos Sudarso) dengan kategori Tidak Berbahaya
(TB), Segmen 3 (Siliwangi) dengan kategori Tidak Berbahaya (TB), Segmen 4
(Kaliwungu) dengan kategori Sangat Berbahaya (SB), Segmen 5 (Brangsong)
dengan kategori Sangat Berbahaya (SB) dan Segmen 6 (Jambearum) dengan
kategori Cukup Berbahaya (CB). Dari hasil pengkategorian tersebut disusun
manajemen risiko dan antisipasi bahaya pada setiap segmen berupa kartu rute
Semarang-Kendal.