Institusion
Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan
Author
SULISTIYANTO, FIRASHIN ESA NADYA
Subject
T Technology (General)
Datestamp
2023-11-21 01:01:33
Abstract :
Berdasarkan hasil analisis data kecelakaan yang berasal dari Polresta Kota
Surakarta selama 4 (empat) tahun terakhir, jalan Ahmad Yani menempati
peringkat kedua daerah rawan kecelakaan di Kota Surakarta tepatnya di Simpang
empat Damri. Jalan Ahmad Yani mempunyai fungsi jalan arteri primer yang
dilewati oleh semua kendaraan mulai dari sepeda motor hingga kendaraan berat
dan menjadi kawasan perkotaan. Tingginya volume lalu lintas yang ada pada ruas
jalan ini, maka diperlukan jalan dan perlengkapan jalan yang memadai untuk
meningkatkan keselamatan dengan melakukan upaya peningkatan keselamatan
jalan dengan Inspeksi Keselamatan Jalan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hasil upaya peningkatan keselamatan jalan dan mengidentifikasi
hazard dengan tingkat resikonya yang selanjutnya diberikan usulan penanganan
untuk menciptakan jalan yang berkeselamatan.
Metode yang digunakan untuk menilai tingkat risiko dalam penelitian ini adalah
hazard identification risk assessment (HIRA) yang digunakan untuk menilai
tingkatan risiko dalam penilaian ini, berdasarakan perbandingan tingkat
kemungkinan terjadinya suatu resiko (occurrence) dengan tingkat keparahan
terjadinya risiko (severity) yang dikemukakan dalam AS/NZS 4360:2004.
Hasil analisis dan pembahasan pada penelitian ini adalah ditemukan terkait
perlengkapan jalan yang masih berfungsi maupun yang tidak berfungsi. Untuk
hasil identifikasi hazard dan penilaian resiko hazard ditemukan bahwa Simpang
Damri jalan Ahmad Yani Kota Surakarta terdapat 10 temuan hazard dengan risk
level moderate, risk level high, dan risk level extreme. Upaya peningkatan
keselamatan pada simpang empat Damri yaitu memberi usulan yang dapat
diberikan untuk mereduksi potensi kecelakaan seperti dengan memberikan metode enforcement atau penegakan hukum, metode education atau memberikan edukasi sosialisasi keselamatan, memberi metode engineering , melakukan manajemen hazard, serta manjemen kecepatan demi meminimlisir kecelakaan yang terjadi akibat kurang terkontrolnya kecepatan kendaraan.