Abstract :
Tata letak fasilitas merupakan elemen yang penting dan memiliki dampak
signifikan terhadap kemampuan perusahaan untuk mempertahankan proses produksinya.
Terdapat permasalahan di layout proses Produksi CV. Tunas Jaya Abadi karena terjadi
Backtracking, Cross movement, jarak perpindahan material yang jauh dan Cost Material
Handling (CMH) yang tinggi. Permasalahan tersebut berdampak pada proses
pendistribusian produk yang terlambat karena waktu banyak dihabiskan dalam proses
perpindahan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan usulan relayout proses produksi
untuk mengurangi Backtracking, Cross movement, jarak perpindahan, dan Cost Material
Handling (CMH).
Perancangan usulan relayout menggunakan metode Systematic Layout Planning
(SLP) dengan mempertimbangkan hubungan antar stasiun kerja atau Activity
Relationship Chart (ARC) dan aliran material. Evaluasi hasil relayout tentu sulit jika
tidak dilakukan percobaan secara langsung. Hal tersebut juga bisa memakan waktu dan
biaya yang cukup besar, maka dari itu evaluasi relayout dapat dilakukan dengan
pendekatan simulasi. Simulasi dilakukan dengan pendekatan waktu operasi dan waktu
perpindahan material. Dengan adanya perubahan jarak akibat dari usulan relayout
diharapkan waktu proses perpindahan material dapat dialokasikan untuk proses operasi
sehingga dapat menghasilkan produk yang lebih banyak dan meminimasi keterlambatan
distribusi.
Hasil dari pengolahan menggunakan Systematic Layout Planning usulan relayout
yang terpilih yaitu layout alternatif 2 dengan jarak perpindahan per shift sebesar 351 m dari
yang sebelumnya 489 m dan dengan penurunan biaya sebesar Rp8.308 per shift. Kemudian
Backtracking, Cross movement berkurang yaitu dari 7 kali Backtracking, 1 kali Cross
movement, dan 4 kali Backtracking sekaligus Cross movement menjadi 2 kali
Backtracking, 1 kali Cross movement, dan 2 kali Backtracking sekaligus Cross
movement. Berdasarkan pengolahan menggunakan simulasi diperoleh hasil bahwa layout
aktual menghasilkan produk yaitu 15441 Vinir. Kemudian layout alternatif 2 atau alternatif
yang terpilih sebesar 15558 Vinir. Maka terjadi kenaikan sebesar 0,76% pada usulan
alternatif 2.