Abstract :
Film adalah mahakarya seni dan budaya serta pranata sosial dan jenis komunikasi
massa, yang penciptaannya diatur oleh undang-undang sinematografi yang memperhatikan
berbagai faktor teknis serta pemahaman estetika, dengan atau tanpa suara dan dapat
dipertunjukan. Saat ini terdapat berbagai aplikasi streaming film legal yang dapat kita akses
menggunakan internet seperti Netflix, Disney+HotStar atau Viu. Seiring dengan kemajuan
teknologi informasi dan komunikasi, dunia perfilman juga berkembang pesat. Ini memiliki efek
negatif yang jelas, salah satunya adalah maraknya tindakan kejahatan seperti pelanggaran hak
cipta atau pencurian dan penggandaan karya digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengenali
dan mendapatkan bukti digital yang terdapat pada direktori Telegram messenger pada
smartphone menggunakan tools forensik.
Penelitian ini melakukan simulasi dengan mengangkat kasus tentang penyebaran film
secara ilegal pada salah satu layanan pesan instan yaitu Telegram. Tahapan simulasi yang akan
dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode National Institute of Standard and
Technology (NIST) sebagai metodelogi pengujiannya. Metode NIST terdiri dari beberapa
tahapan yaitu, Collection (Pengumpulan), Examination (Pengujian), Analysis (Analisa), dan
Reporting (Laporan). Untuk mendukung simulasi ini, skenario kasus akan dikembangkan
sebagai objek model untuk pengujian.
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan menggunakan
metode National Institute of Standart and Technology (NIST) untuk menganalisis aplikasi
Telegram Messenger, penerapan metode NIST berhasil diterapkan dalam penelitian ini. Proses
analisis forensik menggunakan Magnet AXIOM berhasil mendapatkan bukti digital pada
smartphone Vivo Y91C berupa 49 pesan gambar dan 16 pesan vidio. Sedangkan MOBILedit
Forensic Express berhasil mendapatkan bukti digital berupa 117 pesan gambar dan 3 pesan
vidio pada smartphone Redmi Note 7