Abstract :
Negara Indonesia dikenal negara lain sebagai negara agraris yang artinya
negara yang terkenal akan pertaniannya. Berbagai jenis hasil yang kualitasnya tidak
kalah dari negara lainnya banyak dihasilkan di Indonesia seperti tanaman yang
biasa dikonsumsi oleh masyarakat umum di Indonesia seperti padi, kacangkacangan, jagung, umbi. Salah satu impor pangan terbesar Indonesia adalah jagung,
Indonesia dan Philipina adalah importir jagung terbesar dalam Asia tenggara
(Bangga Yoga & Saskara, 2013). Hal ini dikarenakan tanaman ini merupakan bahan
untuk makan selain beras yang sangat lumrah dikonsumsi di negeri Indonesia ini,
tetapi karena keterbatasan lahan sawah yang ada dan susah ditanam di sebagian
tempat. Industri dalam pengelolaan jagung tiap tahunnya mengalami kenaikan hal
ini disebabkan karena kebutuhan pasar yang ikut meningkat tiap tahunnya yang
membuatnya menjadi komoditas yang masuk dalam tiga besar nasional.Dengan
adanya kebutuhan di dalam negeri yang sangat tinggi membuat pemerintah harus
mengambil tindakan mengimpor dari negara lain dalam upaya untuk pemenuhan
kebutuhan dalam negeri. Impor jagung merupakan pengiriman jagung yang
diproduksi dari luar lalu masuk ke Indonesia secara legal, pada umumnya dalam
kegiatan jual beli. Dari penjelasan tersebut, penelitian ini memiliki tujuan untuk
mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan Impor jagung di Indonesia,
Adapun faktor yang digunakan antara lain harga jagung domestik, produksi jagung
domestik, PDB, terms of trade hingga nilai tukar rupiah. Dalam penelitian ini
menggunakan data sekunder yang diambil dari situs BPS, Kementerian Pertanian,
Outlook Jagung, dan OECD. Data sekunder yang dipergunakan yaitu data deret
waktu (time series) untuk rentang waktu 1989-2021. Metode yang digunakan
adalah VECM (Vector Error Correction Model) untuk mengetahui hubungan
jangka panjang dan jangka pendek antara variabel dependen dengan variabel
Independen dengan lokasi negara Indonesia. Hasil dalam penelitian ini
menunjukkan bahwa variabel independen memiliki pengaruh signifikan terhadap
variabel dependen. Hasil pada jangka panjang menunjukkan bahwa variabel harga
jagung domestik, PDB, Nilai tukar rupiah dan Terms of trade dapat berpengaruh signifikan terhadap Impor jagung di Indonesia. Sedangkan produksi jagung domestik
tidak berpengaruh terhadap impor jagung di Indonesia. Pada jangka pendek hasil
menunjukkan bahwa hanya produksi jagung domestik yang berpengaruh signifikan terhadap
impor jagung di Indonesia.