Abstract :
Latar Belakang : Skizofrennia adalah sinndrom etiologic yang tidak di ketahui dan
di tandai dengan distur gangguan kognisi, emosi, persepsi, pemikiraan dan
perilaku. Resiko perilaku kekerasan merupakan keadaan dimana seseorang
melakukan tindakan yang dapat membahayaka secara fisik baik kepada diri
sendiri maupun orang lain. Untuk menangani masalah resiko perilaku kekerasan
salah satunya dengan relaksasi nafas dalam karena dapat mengatur emosi dan
menjaga keseimbaangn emosi sehingga emosi marah tidak berlebihan. Manfaat
melakukan teknik relaksasi nafas dalam yaitu dapat mengatur emosi dan menjaga
keseimbangan emosi sehingga emosi marah tidak berlebihan. Tujuan : mengetahui
pengaruh penerapan relaksasi nafas dalam pasien skizofrenia dengan resiko
perilaku kekerasan. Metode : metode yang dilakukan penelitian ini menggunakan
metode observasi dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputti
pengkajian, diagnose keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi dengan
pennerapan terapi relaksasi nafas dalam. Hasil : hasil skor resiko perilaku
kekerasan pada klien dengan penerapan relaksasi nafas dalam dilakukan selama 6
hari sesuai dengan teori yang diatas bahwa terapi relaksasi nafas dalam dapat
menurunkan skor resiko perilaku kekerasan. Kesimpulan : hasil penelitian yang
didapat yaitu skor resiko perilaku kekerasan pada pasien sebelum dan sesudah
dilakukan terapi relaksasi nafas dalam didapatkan penurunan dengan skor 4.