Abstract :
Matematika merupakan faktor pendukung dalam laju perkembangan dan
persaingan diberbagai bidang sehingga matematika merupakan kebutuhan penting
bagi semua orang sesuai dengan kebutuhannya. Namun dipihak lain, kesan
matematika sebagai pelajaran yang sulit dan rumit masih sering kita dengar dari
siswa. Kesulitan yang dihadapi siswa dalam mempelajari matematika dapat
diidentifikasikan melalui kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa dalam
menyelesaikan soal matematika. Oleh karena itu, perlu ditentukan jenis kesalahan
siswa, faktor-faktor penyebab kesalahan siswa dan bagaimana alternatif rencana
pembelajaran yang terkait dengan materi logika matematika. Jenis penelitian ini
adalah penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada kelas X-A SMA
Muhammadiyah 08 Cerme tahun ajaran 2007-2008. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengidentifikasi jenis kesalahan siswa, menentukan faktor penyebab
kesalahan yang dilakukan siswa dan menyusun sebuah alternatif rencana
pembelajaran. Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini diperoleh hasil: (1)
kesalahan konsep 21,49 % (2) kesalahan prinsip 61,83 % (3) kesalahan fakta
10,69 %. Faktor-faktor penyebab kesalahan siswa, antara lain : siswa tidak
memahami makna soal, siswa tidak menguasai materi, cara belajar siswa yang
tidak kontinu, siswa kurang berlatih mengerjakan soal-soal latihan yang
berhubungan dengan materi logika matematika, salah satu alternatif rencana
pembelajaran yang terkait dengan materi logika matematika agar dapat
mengurangi kesalahan yang dibuat berdasarkan jenis kesalahan dan penyebab
kesalahan yang dilakukan oleh siswa, antara lain : pada materi pernyataan dan
kalimat terbuka siswa banyak melakukan kesalahan konsep sehingga dibuat
rencana pembelajaran model pembelajaran induktif, pada materi ingkaran siswa
banyak melakukan kesalahan konsep sehingga dibuat rencana pembelajaran
dengan model pembelajaran langsung, pada materi konjungsi, disjungsi,
implikasi, biimplikasi dan pernyataan majemuk siswa banyak melakukan
kesalahan prinsip sehingga dibuat rencana pembelajaran dengan model
pembelajaran langsung, pada materi konvers, invers, kontraposisi, silogisme,
modus tolens dan modus ponens siswa banyak melakukan kesalahan prinsip
sehingga dibuat rencana pembelajaran dengan model pembelajaran deduktif.