Abstract :
Abstrak
Penelitian ini menilai kelayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam
budidaya jamur merang di Bantul menggunakan empat metode analisis keuangan:
Payback Period, Average Rate of Return (ARR), Benefit-Cost Ratio (B/C Ratio), dan
Break-Even Point (BEP). Studi kasus ini berfokus pada usaha PKUR Jamur Merang di
Bantul.
Payback Period (PP) menunjukkan bahwa usaha ini mampu mengembalikan investasi
dalam waktu kurang dari tiga tahun, menandakan likuiditas yang baik. Average Rate of
Return (ARR) menunjukkan tingkat pengembalian tahunan yang tinggi, menunjukkan laba
yang memadai dibandingkan modal yang diinvestasikan. Benefit-Cost Ratio (B/C Ratio)
lebih besar dari 1, menandakan bahwa manfaat ekonomi yang dihasilkan lebih besar
daripada biaya yang dikeluarkan, sehingga usaha ini layak secara ekonomi. Break-Even
Point (BEP) menunjukkan bahwa usaha memiliki BEP yang cukup rendah, sehingga
risiko finansial dapat diminimalkan.
Secara keseluruhan, hasil analisis menunjukkan bahwa usaha budidaya jamur merang di
Bantul, khususnya PKUR Jamur Merang, layak untuk dilanjutkan dan dikembangkan.
Usaha ini memberikan pengembalian investasi yang cepat, keuntungan yang memadai,
risiko yang terkendali, dan potensi keuntungan yang tinggi. Temuan ini dapat menjadi
acuan bagi pengusaha dan investor yang tertarik dalam sektor budidaya jamur merang
serta memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian lokal di Bantul.
Kata kunci : Kelayakan Usaha, Payback Periode (PP), Average Rate of Return (ARR), Benefit Cost-Ratio (B/C), Break Even Point (BEP), PKUR Jamur Merang Bantul