Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Nursafitri, Putri Jayanti
Subject
Social Science and Political Science
Datestamp
2024-12-20 04:32:35
Abstract :
Perempuan dalam film cenderung digambarkan dengan sifat feminin yang
dianggap lemah dan membutuhkan perlindungan laki-laki. Pemahaman tentang
perempuan dalam masyarakat kerap kali dibentuk oleh karakteristik maskulin dan
feminin di tengah budaya patriarki yang beroperasi di masyarakat. Hal ini
menciptakan batasan dan menempatkan perempuan pada posisi subordinat. Film
Ballerina menawarkan gagasan alternatif lain yakni menampilkan perempuan
maskulin.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan bagaimana
representasi maskulinitas perempuan yang terdapat pada tokoh Ok Ju dalam film
Ballerina. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan paradigma
kritis dengan metode analisis naratif Tzvetan Todorov yang memiliki tiga aspek
analisis yakni aspek sintaksis, aspek verbal dan aspek semantik. Penelitian ini
menggunakan standpoint theory, representation theory dan didukung dengan
aliran feminisme radikal libertarian.
Hasil analisis dari segi aspek sintaksis menunjukan bahwa film Ballerina
menunjukan pola linier yang menggambarkan perjalanan Ok Ju menghadapi
konflik dan ancaman untuk memulihkan kembali situasi damai. Karakterisasi Ok
Ju menonjolkan maskulinitas perempuan melalui keberanian, kekuatan dan
ketegasan. Aspek verbal menunjukan film Ballerina menyoroti komunikasi antar
tokoh melalui gaya langsung dengan ekspresi tokoh yang cenderung penuh
amarah, serta menggunakan sudut pandang orang ketiga mahatahu. Dan aspek
semantik menunjukan tokoh Ok Ju sebagai tokoh utama protagonis ditampilkan
sebagai sosok perempuan tangguh yang memadukan maskulinitas dan feminitas.
Plot cerita dalam film ini menunjukan plot progresif kronologis. Tokoh Ok Ju
menunjukan keberanian, kekuatan dalam menghadapi penindasan dan menegakan
keadilan melalui aksi fisik dan penggunaan senjata, yang menantang stereotip
tradisional perempuan. Kesimpulan penelitian ini adalah film Ballerina
menggambarkan Ok Ju sebagai perempuan dengan karakter maskulin meliputi
kekuatan, keberanian dan ketegasan, hal ini menentang stereotip feminin serta
ideologi patriarki yang memisahkan maskulinitas dan feminitas berdasarkan jenis
kelamin. Meski demikian, karakter Ok Ju masih dikembangkan dari sudut
pandang laki-laki, menonjolkan kekuatan dan keberanian melalui ekspresi wajah,
kostum, dan perilaku dominan. Film ini menegaskan bahwa maskulinitas dapat
menjadi cara bagi perempuan tampil superior untuk keluar dari penindasan,
namun tetap terpengaruh oleh perspektif laki-laki dalam pengembangannya.
Kata Kunci : Tzvetan Todorov, Maskulinitas Perempuan, Ballerina
199 KOM 2024