Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kolaborasi dalam program
pencegahan stunting pada Rumah SIGAP di Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan
Semarang Utara yang melibatkan pemerintah, swasta, dan masyarakat. Stunting
merupakan masalah kesehatan serius yang berdampak pada pertumbuhan dan
perkembangan anak serta angka stunting di Kecamatan Semarang Utara
menunjukkan angka yang mengkhawatirkan.
Teori yang digunakan yaitu dengan mengadopsi teori Collaborative
Governance menurut Ansel & Gash dan peran kolaborasi menurut Donahue &
Zeckhauser. Dalam konteks ini, peneliti mengidentifikasi lima indikator utama dari
proses Collaborative Governance, yaitu dialog tatap muka, membangun
kepercayaan, komitmen terhadap proses, pemahaman bersama, dan outcome
menengah. Selain itu, peran masing-masing aktor dalam kolaborasi juga diuraikan
dengan menggunakan 4 indikator, yaitu kolaborasi produktivitas, kolaborasi
informasi, kolaborasi legitimasi, dan kolaborasi sumber daya. Melalui pendekatan
kualitatif, dengan teknik pengambilan informan yaitu purposive sampling. Jenis
data yang digunakan yaitu data primer dari informan secara langsung dan data
sekunder dari referensi pustaka, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi,
wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi yang erat antar pihak sangat
penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang gizi dan pola asuh yang
baik. Program ini berhasil menurunkan angka stunting dari 1.416 jiwa pada akhir
2022 menjadi 872 jiwa pada akhir 2023, dan 801 jiwa pada Oktober 2024.
Meskipun tantangan seperti kurangnya kesadaran masyarakat dan masalah ekonomi
masih ada, komitmen dan evaluasi rutin dari semua pihak terlibat menjadi kunci
keberhasilan program. Dengan demikian dapat diketahui bahwa kolaborasi lintas
sektor yang efektif dapat memberikan dampak positif dalam pencegahan stunting,
dan diharapkan dapat terus berlanjut untuk mencapai tujuan akhir yaitu angka nol
stunting di masa depan.
Kata kunci: Stunting, kolaborasi, Rumah SIGAP, pencegahan, kesehatan anak.
200 PEM 2024