Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Khatulistiwa, Annisa Lintang
Subject
Social Science and Political Science
Datestamp
2024-12-27 06:41:23
Abstract :
Film Kill Boksoon merupakan film action asal Korea Selatan yang menghadirkan tokoh
utama perempuan dengan karakter yang kompleks. Disutradarai oleh Byun Sung Hyun,
film ini mengeksplorasi tema kekuatan perempuan dan perjuangan dalam menghadapi
ekspektasi sosial dalam masyarakat. Penelitian ini didasarkan pada gagasan bahwa
representasi karakter perempuan yang berdaya, memberikan peluang untuk
mengeksplorasi bagaimana perempuan dapat membangun identitas yang kuat dengan
menggabungkan atribut maskulin dan feminin, serta melampaui batasan tradisional
yang ditetapkan oleh konstruksi gender. Penelitian ini mengacu para paradigma kritis
dengan pendekatan analisis wacana kritis Sara Mills. Teori utama dalam penelitian ini
adalah performance and positioning theory, gaze theory, dan girl power.
Posisi perempuan utamanya di Korea Selatan seringkali dihadapkan pada ekspektasi
yang membatasi peran mereka karena masih dipengaruhi oleh nilai-nilai patriarkal.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa karakter perempuan dalam film ini
merepresentasikan aspek Girl Power melalui perannya sebagai pembunuh bayaran dan
ibu tunggal. Karakter ini menunjukkan bahwa feminitas tidak hanya menjadi atribut
pasif, tetapi juga dapat menjadi sumber kekuatan perempuan. Penampilannya yang
anggun namun tangguh, serta keputusannya mencerminkan agensi, menegaskan posisi
perempuan sebagai individu yang berdaya di tengah dominasi nilai-nilai patriarkal.
Fragmentasi tubuh perempuan menyoroti kekuatan fisik dan agensi dalam melakukan
pekerjaannya, selain itu juga memfokuskan pada ekspresi dan gestur karakter tanpa
terjebak dalam objektifikasi sosial. Fokalisasi internal menunjukkan subjektvitas
perempuan terkait perspektif dan konflik emosional Boksoon, sedangkan fokalisasi
eksternal memosisikan Boksoon sebagai sosok yang berdaya dan otonom di tengah
dunia yang didominasi oleh nilai-nilai maskulin.
Film Kill Boksoon menunjukkan bahwa representasi perempuan dalam media masih
terpengaruh oleh ideologi dominan yang berlaku di masyarakat. Film ini
mencerminkan bagaimana peran perempuan, sering kali dibebani oleh ekspektasi sosial
yang mengikat. Keberhasilan perempuan dalam narasi ini dinilai berdasarkan
kemampuan mereka menjalankan tugas domestik dan emosional secara ideal.
Meskipun terdapat resistensi terhadap struktur patriarkal melalui tindakan dan
keputusan Boksoon, narasi film ini secara keseluruhan tetap mereproduksi ideologi
yang menempatkan perempuan dalam dilema antara memenuhi peran domestik dan
mencapai kebebasan penuh dari batasan sosial.
Keywords: Kill Boksoon, girl power, feminitas, konstruksi gender
227 Kom 2024