DETAIL DOCUMENT
KEBIJAKAN LUAR NEGERI JOKOWI: KERJASAMA INTERNASIONAL DALAM MENDUKUNG PERKEMBANGAN INDUSTRI OTOMOTIF RAMAH LINGKUNGAN
Total View This Week0
Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Rahmanya, Restu Rezky
Subject
Social Science and Political Science 
Datestamp
2024-12-30 08:00:46 
Abstract :
Pada periode Presiden Joko Widodo, pemerintah Indonesia mendorong pengolahan nikel menjadi produk bernilai tambah, Pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan strategis yang bertujuan tidak hanya mencegah eksploitasi sumber daya nikel oleh pihak asing tetapi juga meningkatkan perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat. Namun, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam mengembangkan industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV), seperti tingginya ketergantungan pada impor kendaraan dan minimnya infrastruktur pendukung. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan luar negeri Presiden Jokowi dalam mendukung pengembangan industri otomotif ramah lingkungan melalui kerja sama internasional. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggunakan Teori Hijau sebagai kerangka analisis. Teori ini, menurut Hugh Dyer, memiliki dua perspektif utama: ekosentris, yang mengutamakan keseimbangan lingkungan di atas kepentingan manusia, dan antroposentris, yang memandang lingkungan sebagai sumber daya sementara. Namun, Teori Hijau menolak pandangan antroposentris, menekankan pentingnya aksi kolektif demi keberlanjutan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagai produsen nikel terbesar dunia, Indonesia memiliki posisi strategis untuk mendukung industri EV global, terutama melalui baterai berbasis nikel. Untuk mencapai visi keberlanjutan, kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat sangat diperlukan. Keberhasilan Indonesia dalam mengembangkan industri EV tidak hanya meningkatkan daya saing nasional, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap upaya global melawan perubahan iklim. 128 HI 2024 
Institution Info

Universitas Diponegoro