Abstract :
Pembangunan Rempang Eco-City di Pulau Rempang Batam melibatkan berbagai
stakeholder yang memiliki kepentingan dan kekuasaan yang berbeda,
memengaruhi dinamika kebijakan dan dampak sosial terhadap masyarakat lokal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, memetakan, dan menganalisis
peran stakeholder dalam proyek ini. Metode penelitian yang digunakan adalah
kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, studi
kepustakaan, dan dokumentasi. Stakeholder yang terlibat dalam pembangunan
Rempang Eco-City terdiri dari pemerintah, bisnis, komunitas, akademisi, dan
media. Dalam kategori players, terdapat Badan Pengusahaan Batam (BP Batam),
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Investasi dan
Hilirisasi/BKPM, Kementerian ATR/BPN, dan PT. Makmur Elok Graha (PT.
MEG), yang memiliki kekuasaan dan kepentingan tinggi serta berperan aktif
dalam pengambilan keputusan strategis dan implementasi proyek. Kelompok
subjects mencakup masyarakat lokal, Kelurahan Sembulang, media, dan
akademisi seperti Politeknik Negeri Batam, yang memiliki kepentingan tinggi
terhadap hasil pembangunan namun kekuasaan yang rendah dalam mempengaruhi
keputusan langsung. Context setters mencakup Pemerintah Kota Batam, Badan
Pertanahan Nasional Kota Batam, dan Kejaksaan Negeri Batam, yang memiliki
kekuasaan tinggi tetapi kepentingan rendah, berfungsi sebagai pengarah konteks
operasional proyek. Di sisi lain, dalam kategori crowd, terdapat Dinas Kesehatan
Kota Batam dan Dinas Pendidikan Kota Batam, yang meskipun memiliki
kekuasaan dan kepentingan rendah, berperan dalam mitigasi dampak sosial bagi
warga yang terdampak oleh pembangunan. Pemetaan stakeholders ini
menunjukkan bahwa masing-masing kelompok memiliki peran yang berbeda, dan
pemahaman terhadap dinamika kekuasaan dan kepentingan antara stakeholder
sangat penting untuk kelancaran pembangunan Rempang Eco-City yang
berkelanjutan.
Kata Kunci: Pemetaan Stakeholder, Peran Stakeholder, Rempang Eco-City
262 publik 2024