Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Firdausy, Alvan Alsina
Sutaryo, Sutaryo
Purbowati, Endang
Subject
Animal and Agricultural Sciences
Datestamp
2025-02-28 02:41:13
Abstract :
Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2021 ? April 2022 di
Laboratorium Produksi Ternak Potong dan Perah, Fakultas Peternakan dan
Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah. Penelitan ini
bertujuan untuk mengetahui degradasi bahan kering, degradasi bahan organik dan
produksi methan dari slurry (keluaran) digester biogas tipe continue, akibat
penggunaan kulit nanas sebagai co-substrat pada manure sapi perah untuk substrat
isian digester penghasil biogas.
Materi penelitian yang digunakan yaitu starter, feses sapi perah laktasi, air,
larutan NaOH 4% (w/w), kulit nanas, inkubator, digester tipe continue dan batch.
Metode penelitian eksperimental dengan 4 perlakuan, pada digester continue
meliputi T0 (100% manure), T1 (98,8% manure + 1,2% tepung kulit nanas), T2
(97,6% manure + 2,4% tepung kulit nanas) dan T3 (96,4% manure + 3,6% tepung
kulit nanas) yang dilakukan selama 3 kali hydraulic retention time (HRT), dimana
1 HRT sama dengan 22 hari. Tahap pertama yaitu masa adaptasi selama 3 minggu
pada 4 digester tipe continue, dengan mengisi starter ke dalam digester sebanyak
5.250 g dan ditutup rapat. Setiap hari, slurry dikeluarkan dari dalam digester dan
dilakukan pengisian kembali dengan substrat manure sapi perah sebanyak 238,6 g.
Tiga hari terakhir, dilakukan pengukuran gas methan, jika hasilnya stabil maka
dapat dilanjutkan ke tahap selanjutnya. Tahap pengambilan data penelitian, slurry
tiap perlakuan, pada hari ke- 41 ? 45, dikoleksi dan dihomogenkan untuk digunakan
sebagai penelitian utama pada digester tipe batch, yang dimasukkan ke inkubator
dengan suhu 35 ? 37°C selama 30 hari. Data yang diperoleh dianalisis statistik
menggunakan analisis regresi linier sederhana.
Hasil analisis regresi linier pada nilai degradasi bahan kering diperoleh
persamaan y = 2,065 + 0,789x, nilai degradasi bahan organik diperoleh persamaan
y = 3,9754 + 1,0434x dan nilai produksi methan diperoleh persamaan y = 3,3175 +
0,4417x. Nilai korelasi (r) antara level pemberian kulit nanas dengan nilai degradasi
bahan kering yaitu 0,692 dan dengan nilai degradasi bahan organik yaitu 0,714 yang
artinya nilai korelasi tersebut kuat. Nilai produksi methan memiliki korelasi sedang
yaitu 0,553. Koefisien determinasi (R
2
) diperoleh nilai 0,479 pada degradasi bahan
kering, nilai 0,510 pada degradasi bahan organik dan nilai 0,306 pada produksi
methan. Nilai R
2
dapat diartikan bahwa penggunaan kulit nanas menentukan nilai
degradasi bahan kering sebesar 47,9%, degradasi bahan organik sebesar 51% dan
produksi methan sebesar 30,6%.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan kulit
nanas sebagai co-substrate manure sapi perah untuk substrat isian digester biogas,
dapat meningkatkan nilai degradasi bahan kering, degradasi bahan organik dan
produksi methan slurry (keluaran) digester biogas.