Abstract :
Pandemi COVID-19 telah memicu krisis ekonomi global yang berdampak luas
pada berbagai sektor, termasuk sektor energi di Indonesia. Sektor ini sangat rentan
terhadap ketersediaan sumber daya alam dan perubahan permintaan global.
Pembatasan mobilitas dan lockdown di berbagai negara menyebabkan penurunan
ekspor-impor dan nilai tukar, yang berujung pada penurunan produksi dan
ketersediaan energi. Akibatnya, banyak perusahaan energi mengalami kesulitan
keuangan atau financial distress, bahkan beberapa di antaranya harus menarik
saham mereka dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas, likuiditas,
leverage, operating capacity, dan sales growth terhadap financial distress pada
perusahaan energi yang terdaftar di BEI pada periode 2020-2023. Tipe Penelitian
menggunakan explanatory research. Financial distress diukur menggunakan
metode Altman Z-score. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor
energi yang terdaftar di BEI berjumlah 56 perusahaan. Teknik pengambilan sampel
menggunakan metode purposive sampling. Proses pengolahan data mencakup uji
asumsi klasik, uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, uji
autokorelasi, uji analisis regresi linier berganda, uji koefisien regresi, serta uji
hipotesis menggunakan software SPSS Statistic. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa seluruh variabel independen secara simultan berpengaruh terhadap financial
distress. Secara parsial, ROA, CR, DAR, dan OC menunjukkan pengaruh,
sementara SG tidak memiliki pengaruh. Penelitian ini memberikan wawasan
penting bagi perusahaan energi dan investor dalam mengantisipasi kerentanan dan
risiko keuangan selama dan pasca-pandemi. Perusahaan perlu memahami tandatanda financial distress dan mengambil langkah-langkah proaktif untuk
mengatasinya, seperti restrukturisasi keuangan, negosiasi ulang dengan kreditur,
penjualan aset non-strategis, dan pencarian investor baru.
Kata kunci: Profitabilitas, Likuiditas, Leverage, Operating Capacity, Sales Growth dan Financial Distress
03. Administrasi Bisnis 2025