Abstract :
Pengeringan cangkang rajungan di Indonesia khususnya di desa Tambak Agung
Kabupaten Rembang masih menggunakan cara manual dengan memanfaatkan sinar
matahari, pengeringan secara manual pada musim hujan bisa memakan waktu 4-5
hari yang dapat menyebabkan pembusukan dan pencemaran udara dengan bau yang
tidak sedap, oleh karena itu diperlukan pengering buatan untuk mempercepat
pengeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rancang bangun pengering
cangkang rajungan dengan bahan bakar kayu, kadar air, laju massa air yang
dikeringkan, dan laju konveksi paksa, desain gambar menggunakan software
solidwork. Adapun perlakuan yang diterapkan adalah variasi putaran dimer listrik
dengan ½, ¾, dan 1 putaran, yang menghasilkan kecepatan blower (778.6), (2698),
(2830) rpm, blower keong berukuran ½ inci. Tungku berukuran 50×50×80 cm, bak
pengeringan berukuran 80×80×40 cm, volume tungku 0.0875 dan volume bak
pengering 0.256 , 5 pipa pemanas berukuran 2.5 inci. Penelitian ini menggunakan
sempel 1 kg cangkang rajungan, lama pengeringan untuk ½ putaran dimer listrik
yaitu 210 menit dengan konsumsi bahan bakar kayu 8 kg, untuk ¾ putaran dimer
listrik yaitu 150 menit membutuhkan bahan bakar kayu 6 kg, dan untuk 1 putaran
dimer listrik yaitu 120 menit membutuhkan bahan bakar kayu 5 kg. Berdasarkan
penelitian tersebut menghasilkan data untuk pengurangan kadar air yang banyak yaitu
perlakuan 1 putaran dimer listrik atau kecepatan blower (2830) rpm yang
menghasilkan 1.31 % dengan laju massa air 4.722 g/min, untuk laju kalor yang
paling efektif yaitu perlakuan 1 putaran dimer listrik atau kecepatan blower (2830)
rpm, dengan laju kalor tertinggi 3224.02 kJ/det dimenit 10 dan laju kalor terendah
1186.93 kJ/det dimenit 70 dengan membutuhkan waktu 120 menit dan konsumsi
bahan bakar kayu 5 kg.
Kata kunci: Pengeringan, kayu bakar, cangkang rajungan, kadar air.