Abstract :
Teh merupakan tanaman masyarakat yang banyak tumbuh di daerah
pegunungan dan biasa diolah menjadi minuman yang sangat digemari masyarakat
dunia. Inti biji teh Indonesia biasanya merupakan varietas Assamica dengan
kandungan minyak 20-26 %, saponin 26%, dan protein 11%. Biji teh mengandung
saponin dengan kandungan terbesar dibandingkan sumber lainnya, bahkan bila
dibandingkan dengan sapindus rarak (lerak) sekalipun. Pada hasil penelitian ini
nilai persentasi terendah biji utuh pada perlakuan A1B1 (keceapatan 50rpm dan
jarak roll 1cm) 4,15%, biji pecah A1B3 (keceapatan 50rpm dan jarak roll 1,8cm)
6,5%, kulit biji A1B3 (keceapatan 50rpm dan jarak roll 1,8cm) 23,4% dan biji
lolos perlakuan A1B1 (keceapatan 50rpm dan jarak roll 1cm), A1B2 (keceapatan
50rpm dan jarak roll 1,4cm), A2B1 (keceapatan 70rpm dan jarak roll 1cm), A2B2
(keceapatan 70rpm dan jarak roll 1,4cm), A3B1 (keceapatan 100rpm dan jarak
roll 1cm), A3B2 (keceapatan 100rpm dan jarak roll 1,4cm) 0%. Nilai persentase
tertinggi biji utuh pada perlakuan A2B3 (keceapatan 70rpm dan jarak roll 1,8cm)
26,75%, biji pecah A3B1 (keceapatan 100rpm dan jarak roll 1cm) 49,95%, biji
lolos A1B3 (keceapatan 50rpm dan jarak roll 1,8cm) 57,5% dan kulit biji A1B2
(keceapatan 50rpm dan jarak roll 1,4cm) 68,55%.
Kata kunci : Biji Teh, Saponin, Motor bensin