Abstract :
Jenang merupakan makanan tradisional, yang sudah menjadi trademark dari
kota Kudus. Jenang merupakan oleh-oleh wajib bagi para pelancong atau para
peziarah yang bertandang ke kota Kudus. Potensi inilah yang mampu
mendatangkan kontribusi yang besar bagi kota kudus itu sendiri. Selain sebagai
sumber pemasukan bagi kota, keberadaan Jenang memiliki potensi untuk
timbulnya home industry, jadi secara tidak langsung dapat membuka lapangan
kerja. Jenang juga berpotensi menjadi produk yang dapat diekspor sehingga dapat
menambah devisa Negara. Dalam proses produksi jenang didaerah Kudus, proses
pemotongan jenang masih menggunakan cara tradisional. Hal ini akan teratasi
dengan adanya alat pemotong jenang yang sederhana supaya dapat mengurangi
biaya produksi untuk skala industri kecil maupun besar. Pembuatan mesin
pemotong jenang ini memerlukan beberapa perhitungan agar mesin tersebut
dinyatakan layak untuk dibuat dan digunakan, perhitungan meliputi kecepatan
conveyor, durasi pemotongan, kapasitas pemotongan, gesekan idler, pully, daya
pemotongan, setelah itu membuat gambar rancangan. Setelah dilakukan
perhitungan perancangan maka diketahui dimensi conveyor yang panjangnya 50
cm, lebar 10 cm, diameter 50,8 cm dan panjang pemotong 12 cm. Panjang jenang
yang dipotong adalah 5 cm dan berdiameter 2 cm. Kapasitas yang di hasilkan
mencapai 140,71 kg.