Institusion
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
Author
Fericha , Mirafianty
Subject
TS155 Production management. Operations management
Datestamp
2013-06-24 07:14:32
Abstract :
Dengan meningkatnya persaingan anatar perusahaan, tentunya perusahaan
akan lebih meningkatkan kualitas menejemennya agar dapat tetap bertahan dalam
persaingan. Salah satunya adalah memperbaiki kelangsungan produksi agar dapat
memenuhi permintaan konsumen dengan tepat waktu, tentunya juga dengan biaya
produksi seminimal mungkin.
PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) Tbk untuk menghindari ketidakpastian
permintaan, perusahaan sudah melakukan peramalan permintaan berdasarkan data
penjualan tahun ? tahun.tetapi hasil dari peramalan tersebut belum dapat
diimplementasikan dengan baik dikarenakan dalam perencanaan permintaan tersebut
perusahaan tidak mempertimbangkan kapasitas dari sumberdaya yang dimiliki
perusahaan( kapasitasmesin, tenagakerja, teknologi yang dimiliki, dan lain-lain ).
Sehingga perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan dengan tepat waktu yang
mengakibatkan kehilangan penjualan pada waktu ? waktu tertentu. Juga timbulnya
biaya persediaan yang tinggi diakibatkan kurangnya pengendalian dalam menentukan
jumlah persediaan yang tepat disesuaikan dengan peramalan permintaan, hal ini
menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi perusahaan,
Perencanaan agregat merupakan cara untuk memperkirakan jumlah output
yang akan diproduksi untuk memenuhi permintaan selama periode perencanaan (3
sampai 18 bulan) ke depan dan disesuaikan dengan kapasitas produksi perusahaan.
Perencanaan agregat memungkinkan perusahaan untuk menyusun suatu cara
pemanfaatan sumber daya perusahaan secara optimal, agar dapat mencapai kapasitas
yang efektif dan efisien yang dibuat berdasarkan ramalan permintaan di masa yang
akan datang.
Hasil penelitian Berdasarkan perencanaan produksi agregat Januari 2011 ?
Desember 2011 didapatkan total biaya produksi sebesar Rp 982.696.100.000 dan
total biaya riil produksi sebesar Rp 1.138.363.000.000 , maka diperoleh penghematan
sebesar 13,67 % yakni Rp 155.666.900.000 Sedangkan untuk total biaya produksi di
12 periode yang akan datang yakni Januari 2012 ? Desember 2012 sebesar Rp
415.244.600.000
Kata Kunci: Perencanaan Produksi Agregate, Peramalan (Forecasting), Biaya
Produksi