Abstract :
Permasalahan yang dihadapi dalam penilaian kinerja di Polrestabes Semarang
yaitu penilaian kinerja yang selama ini dilakukan tidak memenuhi
kriteria/indikator standar kerja Polrestabes Semarang, dikarenakan melakukan
perhitungan kinerja masih sebatas rekapitulasi kehadiran dengan cara rekap
kehadiran/absensi secara manual yang membutuhkan waktu yang lama, sistem
penilaian yang ada sekarang belum bisa diolah menjadi data-data penilaian kinerja
yang berguna untuk memvalidasi penilaian kinerja dan menjaga keakuratan data-
data yang dipakai dan penilaian kinerja pegawai Polri terkait keberhasilan
pelaksanaan tugas dan kemampuan personel tidak berimplikasi pada besaran
tunjangan kinerja yang diterima oleh pegawai yang berprestasi tersebut.
Metode penilaian kinerja pegawai menggunakan metode key performance
indicator (KPI) yang meliputi meliputi kriteria absensi, kedisiplinan, attitude, hubungan atau penyesuaian diri, tugas pokok dan tanggung jawab.
Skor sistem pendukung keputusan pemberian tunjangan kinerja pada Polrestabes
Semarang dengan metode key performance indicator (KPI) dihitung dengan
menggunakan rumus realisasi / target x 100 sedangkan skor akhir didapatkan dari
skor x bobot KPI / 100 dan tunjangan kinerja dihitung dengan menggunakan
rumus skor akhir/100 * tunjangan kinerja.