Institusion
Universitas Stikubank
Author
Putri, Lathifah Yuditiyani
Subject
H Social Sciences (General)
Datestamp
2021-06-07 03:11:55
Abstract :
Tujuan penelitan ini untuk menguji pengaruh financial distress, audit
tenure, debt default, profitabilitas dan likuiditas terhadap penerimaan opini audit
going concern dengan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi. Metode
penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Penelitian ini menggunakan
data laporan keuangan perusahaan sektor industri barang konsumsi yang terdaftar
di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2015-2019 dengan sampel 51 perusahaan.
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji regresi logistik.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ukuran perusahaan mampu memoderasi
pengaruh audit tenure dan likuiditas terhadap penerimaan opini audit going
concern. Sedangkan financial distress, audit tenure, debt default, profitabilitas
dan likuiditas tidak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan opini audit going
concern serta ukuran perusahaan tidak mampu memoderasi pengaruh financial
distress, debt default, dan profitabilitas terhadap penerimaan opini audit going
concern.
Tujuan penelitan ini untuk menguji pengaruh financial distress, audit
tenure, debt default, profitabilitas dan likuiditas terhadap penerimaan opini audit
going concern dengan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi. Metode
penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Penelitian ini menggunakan
data laporan keuangan perusahaan sektor industri barang konsumsi yang terdaftar
di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2015-2019 dengan sampel 51 perusahaan.
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji regresi logistik.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ukuran perusahaan mampu memoderasi
pengaruh audit tenure dan likuiditas terhadap penerimaan opini audit going
concern. Sedangkan financial distress, audit tenure, debt default, profitabilitas
dan likuiditas tidak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan opini audit going
concern serta ukuran perusahaan tidak mampu memoderasi pengaruh financial
distress, debt default, dan profitabilitas terhadap penerimaan opini audit going
concern.