Abstract :
Perkembangan mal di Indonesia saat ini terus meningkat, terlebih di kota
Tangerang Selatan. Menurut catatan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia
(APPBI) Banten di properti.kompas.com (16 April 2014) hingga kuartal I 2014,
terdapat 18 pusat belanja yang beroperasi di Tangerang. Namun, dibalik
pertumbuhan mal yang pesat, terdapat penurunan jumlah pengunjung mal. Di
tengah persaingan mal yang sengit, manajemen mal membutuhkan strategi untuk
tetap eksis dan ramai pengunjung. Strategi marketing communication diperlukan
oleh sebuah mal untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai
aktivitas, events dan informasi mengenai mal.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian studi
kasus deskriptif menggunakan paradigma post positivis yang bertujuan untuk
mengetahui strategi marketing communication mal Teraskota entertainment center
dalam meningkatkan minat pengunjung. Data diperoleh dari hasil wawancara
dengan narasumber internal mal Teraskota Entertainment Center dan eksternal
konsultan retail, marketing dan operasional. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa
mal Teraskota Entertainment Center telah melakukan strategi marketing
communication. Namun, strategi imc ini belum dilakukan maksimal oleh mal
Teraskota Entertainment Center.