Abstract :
Infeksi merupakan keadaan masuknya mikroorganisme ke dalam tubuh, kemudian
berkembang biak dan menimbulkan penyakit. Staphylococcus aureus merupakan bakteri
patogen utama pada manusia. Hampir setiap orang pernah mengalami berbagai infeksi oleh
bakteri ini selama hidupnya, mulai dari keracunan makanan yang berat atau infeksi kulit
yang kecil, sampai infeksi yang tidak bisa disembuhkan. Penanganan infeksi oleh bakteri
secara umum dengan penggunaan antibiotic, namun penggunaan yang secara terus menerus
akan menimbulkan resisten, sehingga diperlukan alternative pengobatan secara alami,
dimana memiliki hasil yang bagus dan efek samping yang minimal. Tujuan dari penelitian
ini Untuk mengetahui Gambaran daya hambat ekstrak etanol bunga rosella terhadap
pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus . Desain penelitian yang digunakan adalah
Deskriptif. Sampel yang digunakan yaitu bakteri Staphylococcus aureus. Pengambilan
sampel dengan cara purposive sampel. Variabel pada penelitian ini adalah daya hambat
ekstrak etanol. Analisa data menggunakan tabulating, yang kemudian dinyatakan dalam
persentase. Hasil uji didapatkan pada konsentrasi 0,1% jumlah koloni yang tumbuh sebanyak
358 koloni, (23,2%) konsentrasi 0,25% jumlah koloni yang tumbuh sebanyak 130
koloni,(6,2%) konsentrasi 0,5% jumlah koloni yang tumbuh sebanyak 32 koloni,(1,9%)
konsentrasi 1% jumlah koloni yang tumbuh sebanyak 11 koloni, sedangkan pada konsentrasi
yang tertinggi 2% tidak ada koloni yang tumbuh. Disimpulan bahwa ekstrak bunga rosella
(Hisbiscus sabdariffa L.) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus
pada konsentrasi 2% dalam waktu 24 jam.
Kata kunci : bakteri, Staphylococcus aureus, bungga rosella.