Abstract :
Salah satu tanaman obat yang banyak dipergunakan oleh masyarakat Indonesia dan telah
lama dikenal adalah rimpang jahe putih (Zingiber officinale var. amarum), jahe putih ini
memiliki aktivitas antijamur, salah satunya pada Candida albicans. Kandungan kimia jahe
yang berperan sebagai antijamur antara lain fenol, eugenol, seskuiterpene dan monoterpene.
Desain penelitihan ini adalah eksperimental analitik, dengan analisa data deskriptif metode
dilusi padat. Konsentrasi ekstrak 20%, 40%, dan 80% diuji terhadap Candida albicans.
Masing-masing sebanyak 1 ml konsentrasi ekstrak dan enceran suspensi jamur dituangkan ke
dalam tiap cawan petri seteril. Media Sabauraud Dextrose Agar (SDA) yang masih cair
dituangkan kedalam cawan petri sebanyak 9 ml. Inkubasi ke dalam inkubator pada suhu 37
c
selama 24 jam. Koloni jamur yang tumbuh jumlahnya, dan ditentukan kadar konsentrasi
ekstrak menunjukan tidak ada pertumbuhan koloni (kadar hambat minimum/KHM). Hasil
penelitian ini menunjukan jumlah koloni yang tumbuh pada konsentrasi 20% ekstrak jahe
putih sebanyak 282 koloni, 40% sebanyak 56 koloni, 80% tidak tumbuh koloni dan pada
kontrol negatif sebanyak 1.290 koloni. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka
dapat diambil kesimpulan bahwa daya hambat ekstrak etanol jahe putih (Zingiber officinale
var. amarum) dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans pada konsentrasi
20%, 40% dan 80%. Pada konsentrasi 20% adalah nilai KHM (kadar hambat minimum).
Kata kunci: Daya hambat, jahe putih (Zingiber officinale var. amarum), Candida albicans