Abstract :
Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah
serius di berbagai bagian dunia. Di Indonesia, tuberkulosis menjadi penyebab
kematian ke tiga setelah penyakit kardiovaskuler dan penyakit saluran pernafasan.
Pengobatan pada tuberkulosis merupakan paduan obat anti tuberkulosis (OAT)
jangka pendek dengan pengawasan langsung oleh pengawas menelan obat (PMO).
Ketidakteraturan minum obat merupakan salah satu penyebab kegagalan program
penanggulangan TB Paru.Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian
deskriptif korelasi dengan menggunakan metode survei dengan pendekatan cross
sectional. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, dimana data
primer menggunakan kuesioner dan data sekunder dengan melihat catatan berobat
dan melihat register di Puskesmas. Sampel adalah sejumlah anggota yang
dipilih/diambil dari suatu populasi. Dalam pengambilan sampel ini peneliti
menggunakan tehnik aksidental sampling yaitu pengambilan sampel yang
dilakukan dengan kebetulan bertemu. Berdasarkan hasil penelitian bahwa data
menggunakan uji statistic dengan chi square pada tabel di atas maka di peroleh
hasil nilai value =0,017 pada batas kemaknaan (α 0,05) maka Ho ditolak yang
artinya terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan pasien TB paru
dengan keteraturan berobat.Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pengetahuan
tentang TB paru, sikap untuk melakukan pengobatan dan motivasi untuk berobat
teratur ada hubungan dengan keteraturan berobat. Saran penulis kepada
Puskesmas agar lebih memperhatikan dan memberikan penyuluhan tentang
penyakit TB paru kepada masyarakat sebagai upaya preventif guna mengurangi
penyakit TB paru.