Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
MUHAMMAD, HAFIZ
Agus, Hendrayady
EDISON, EDISON
Subject
352.75 Cencus Bureaus/Biro Sensus, Lembaga Sensus
Datestamp
2021-07-26 08:44:41
Abstract :
Program Kartu Identitas Anak (KIA) di Tanjungpinang dimulai sejak
diberlakukannya Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Kartu Identitas
Anak (KIA) dan merupakan pilot project di Provinsi Kepulauan Riau, namun
pelaksanaanya dimulai pada awal tahun 2017. Dalam pelaksanaannya KIA yang
diberikan kepada anak dari usia 0-17 tahun, namun hingga tahun 2018 pencapain
KIA baru 10.582 kartu yang sudah dicetak dengan perbandingan jumlah anak di
Kota Tanjungpinang pada tahun 2018 yaitu 79.232 anak. Tujuan pada penelitian
ini adalah unutk mengetahui efektivitas pelaksanaan Program Kartu Identitas
Anak (KIA) oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tanjungpinang
dengan teori efetivitas menurut Campbell J.P, (dalam Dyah Mutiarin dan Arif
Zaivudin 2014: 96) dimana indikator efektivitas program meliputi keberhasilan
program, keberhasilan sasaran, kepuasan terhadap program, tingkat input dan
output, dan pencapaian tujuan menyeluruh. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan
jumlah informan sebanyak 8 orang serta menggunakan teknik purposive sample
dan alat pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil
penelitian ini adalah kebijakan Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 tentang Kartu
Identitas Anak (KIA) pada pelaksanaannya dari tahun 2017 belum tercapai
pencapaiannya atau tidak efektif, dengan mekanisme yang diterapkan di
Tanjungpinang untuk tertib administrasi dalam kepengurusan pemohon KIA bisa
melalui sekolah, Kecamatan, dan bisa langsung ke Disdukcapil Kota
Tanjungpinang. Kendala dalam pelaksanaannya kurangnya sosialisasi
kemasyarakat tentang kewajiban anak untuk memiliki KIA dan masyarakat tidak
mengetahui akan kegunaan KIA di Tanjungpinang. Kartu yang sudah diterbitkan
baru 10.582 kartu, jika dibandingkan dengan jumlah anak pada tahun 2018 yaitu
79.232 orang pencapainya baru mencapai 13,3 persen, penyedian kartu yang tidak
mencukupi dibandingkan jumlah anak, dan kurangnya alat pencetak KIA, hanya
mempunyai satu alat dan dipergunakan untuk mencetak E-KTP, sehingga dalam
pelaksanaannya belum tercapai sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Kata kunci : Kebijakan Program, Efektivitas, Program KIA