Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
Rizki, Efsandy
Rumzi, Samin
Agus, Hendrayady
Subject
353.7 Administration of Culture and Related Activities/Departemen Kebudayaan dan yang Berkaitan
Datestamp
2021-07-27 02:49:59
Abstract :
Kebudayaan yang masih ada ditengah masyarakat adalah Makyong. Makyong
adalah seni teater tradisional yang menarik untuk disaksikan karena
menggabungkan berbagai unsur di dalamnya yaitu agama, adat Melayu,
sandiwara, gerak tari, syair lagu, vokal, instrumental tradisional, serta naskah
sederhana namun memikat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
Strategi Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Terhadap Pelestarian Makyong Di
Kabupaten Bintan. Informan yang digunakan adalah 6 orang dengan teknik
analisa data deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian dapat
diuraikan sebagai berikut dalam indikator pertama yaitu program ditemukan
bahwa untuk pelestarian makyong memang belum ada program khusus yang di
buat oleh pemerintah, dalam indikator ke dua mengenai anggaran ditemukan
bahwa tidak ada dana untuk pelestarian makyong, besarnya dana yang
dialokasikan untuk pariwisata di Kabupaten Bintan. Namun ini tidak dirincikan
kegiatan atau program apa saja yang masuk dalam pendanaan ini, kemudian
indikator ketiga yaitu indikator prosedur ditemukan bahwa sudah ada prosedurnya
yang tertuang dalam kebijakan. Untuk mengatasi permasalahan pengembangan
pariwisata ada beberapa kebijakan yang dirujuk yaitu membuat prolegda
kemudian penyusunan masterplan kawasan wisata dengan memfokuskan kegiatan
penyusunan Rancangan Peraturan Daerah menurut skala prioritas yang ditetapkan.
Kesimpulan bahwa Strategi Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Terhadap
Pelestarian Makyong Di Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau masih perlu
mendapatkan perhatian karena tidak ada dana untuk pelestarian makyong,
besarnya dana yang dialokasikan untuk pariwisata di Kabupaten Bintan. Namun
ini tidak dirincikan kegiatan atau program apa saja yang masuk dalam pendanaan
ini, karena berdasarkan hasil penelitian ditemukan tidak adanya agenda khusus
dan dana khusus untuk pentas seni mak yong. Makyong masih terus di adakan di
beberapa tempat seperti Desa Mantang, namun dana untuk acara tersebut tidak
dari pemerintah tetapi dari pihak desa, sanggar maupun dari swadaya masyarakat
Kata Kunci : Strategi, Pelestarian, Makyong