Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
Hakimi, Suhamanya
Pery, Rehendra Sucipta
Lia, Nuraini
Subject
340 Law/Ilmu Hukum
Datestamp
2021-07-28 06:26:02
Abstract :
Perjanjian merupakan perbuatan dimana satu orang atau lebih mengikatkan
dirinya terhadap satu orang lain atau lebih dan dapat menciptakan hubungan
dalam hukum yang terdiri dari satu atau lebih kewajiban. Salah satu dari
banyaknya perjanjian adalah akta pengikatan jual beli (APJB) yang kedudukan
nya sama dengan perjanjian pengikatan jual beli (PPJB). PPJB biasanya dibuat
sebelum para pihak melakukan perjanjian jual beli. PPJB merupakan perjanjian
obligatoir yaitu perjanjian yang timbul hanya dengan kata sepakat tapi belum
menimbulkan peralihan hak. Peralihan hak baru akan terjadi ketika telah
dibuatnya perjanjian jual beli yang merupakan perjanjian kebendaan. PPJB
terhadap objek hak atas tanah yang masih terikat jaminan bank masih sering
terjadi dalam kehidupan masyarakat. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah
perjanjian tersebut sah atau tidak dan bagaimana akibat hukumnya apabila
perjanjian tersebut dibuat? Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian
hukum normatif empiris dengan menggunankan pendekatan Perundang-undangan
(statue aprroach, sedangkan metode analisis data yang digunakan oleh penulis
adalah metode kualitatif dan alat pengumpulan data yang digunakan adalah studi
dokumen atau bahan pustaka. Hasil dari penulisan Skripsi ini adalah APJB yang
dibuat terkait dengan objek yang masih terikat jaminan bank adalah sah saja,
tetapi di dalam perjanjian tersebut harus ditulis secara jelas terkait keadaan
sebenarnya objek jual beli tersebut dan pengaturannya apabila ternyata objek jual
beli yang masih terikat jaminan bank tersebut di eksekusi oleh pihak bank.
Kata Kunci : Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli, Hak Atas Tanah, Jaminan