Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
TONY DARMA, LAKSONO
MUZAHAR, MUZAHAR
HENKY, IRAWAN
Subject
639.32 Fish Culture in Salt Water/Peternakan Ikan Air Asin dan Air Payau
Datestamp
2022-04-08 04:22:53
Abstract :
Ikan kakap putih merupakan ikan yang mempunyai nilai ekonomis yang
penting. Sebagai salah satu komoditas ekspor, permintaan jenis ikan ini cukup
tinggi di pasar luar negeri. Asupan dan kebutuhan pakan ikan diperlukan untuk
mempercepat pertumbuhan dan imbuhan pakan diperlukan untuk meningkatkan
efisiensi nilai nutrisi pakan seperti penambahan jahe pada pakan untuk memacu
pertumbuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh
penambahan jahe pada pakan terhadap pertumbuhan ikan kakap putih. Penelitian
ini dilaksanakan pada bulan September 2021, pemeliharaan dilakukan di Kampung
Madong, Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Provinsi
Kepulauan Riau. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Rancangan Acak
Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu perlakuan A (Pakan tanpa
penambahan jahe), B (Pakan dengan penambahan jahe 3 g/kg), C (Pakan dengan
penambahan jahe 5,5 g/kg), D (Pakan dengan penambahan jahe 8 g/kg). Parameter
yang diamati adalah pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, laju
pertumbuhan bobot harian, laju pertumbuhan panjang harian, rasio konversi pakan,
efisiensi pakan, tingkat kelangsungan hidup, kualitas air dan harga nilai ekonomis.
Analisis data menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) menggunakan SPSS 16.0
apabila (P<0.05) Maka dilakukan uji lanjut Duncan. Ikan kakap putih yang diberi
pakan dengan penambahan jahe dapat dampak positif terhadap pertumbuhan dan
dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup (SR) maupun parameter lainnya.
Hasil penelitian didapatkan bahwa perlakuan D (pemberian pakan dengan
penambahan jahe 8g/kg) merupakan perlakuan terbaik dengan nilai pertumbuhan
bobot mutlak yaitu (27,13±0,36), pertumbuhan panjang mutlak (3,16±0,05), laju
pertumbuhan bobot harian (0,90±0,01), laju pertumbuhan panjang harian
(0,11±0,00), rasio konversi pakan (1,64±0,01), efisiensi pakan (60,99±0,31) dan
tingkat kelangsungan hidup (93,33±0,00)