Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
FIRMANSYAH MAULANA, MUGHNI
SUSIANA, SUSIANA
WAHYU, MUZAMMIL
Subject
639.4 Culture of Mollusk/Peternakan Moluska
Datestamp
2022-04-08 07:36:03
Abstract :
Rajungan (Portunus pelagicus) merupakan salah satu komoditas penting
perikanan Indonesia. Pengetahuan tentang aspek biologi rajungan, termasuk
hubungan antar ukuran bagian-bagian tubuhnya (morfometrik) dan pola
pertumbuhan berguna sebagai salah satu informasi dalam pengelolaan rajungan.
Perairan Senggarang Kota Tanjungpinang yang merupakan wilayah salah satu
habitat rajungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lebar
karapas dan bobot rajungan (Portunus pelagicus), mengetahui faktor kondisi
rajungan (Portunus pelagicus), serta mengetahui morfometrik rajungan (Portunus
pelagicus) di perairan Senggarang. Penelitian ini menggunakan metode survey
bersifat observasi menggunakan teknik purposive sampling yaitu berdasarkan
daerah tangkapan nelayan rajungan. Pengambilan sampel secara acak yang
diambil minimal 30 sampel jantan dan betina setiap kali turun pengambilan
sampel, pengukuran morfometrik, serta pengukuran parameter fisika dan kimia.
Analisis data yang dilakukan yaitu analisis hubungan lebar karapas dan bobot,
faktor kondisi, dan karakter morfometrik hingga aspek pertumbuhan. Hasil
penelitian menunjukkan jumlah rajungan jantan sebanyak 79 ekor dan rajungan
betina sebanyak 56 ekor, sehingga diperoleh nisbah kelamin adalah 1,41 : 1.
Hubungan lebar karapas dan bobot rajungan (Portunus pelagicus) jantan
diperoleh nilai b sebesar 3,3485 termasuk allometrik positif, sedangkan betina
diperoleh nilai b sebesar 2,7142 termasuk allometrik negatif yang menunjukkan
bahwa rajungan jantan lebih besar dibandingkan betina. Faktor kondisi rajungan
(Portunus pelagicus) jantan dan betina di perairan Senggarang memiliki badan
yang kurang pipih atau montok. Status pertumbuhan morfometrik rajungan
(Portunus pelagicus) jantan dan betina bersifat allometrik positif sebanyak 14
karakter. Allometrik positif merupakan status hubungan yang menunjukkan
bahwa pertambahan karakter lebih lambat dibandingkan pertambahan karakter
morfometrik pembandingnya. Allometrik negatif sebanyak 10 karakter.
Allometrik negatif merupakan status hubungan yang menunjukkan bahwa
pertambahan karakter lebih cepat dibandingkan pertambahan karakter
morfometrik pembandingnya. Isometrik 1 karakter. Isometrik merupakan status
hubungan yang menunjukkan bahwa pertambahan karakter sebanding dengan
pertambahan karakter morfometrik pembandingnya. Status hubungan karakter
jantan memiliki hubungan sangat rendah (A4, A5, C3), sedang (B2, C2, C4, D3,
D5), kuat (A2, A3, A6, B3, B4, C1, C5, C6, C7, C8, D1, D2, D4, D6, D7), sangat
kuat (A1, B1). Karakter betina memiliki hubungan sangat rendah (D5), rendah
(A5, B3, C2, D3), sedang (A4, A6, B4, C3, C6, C7, D1, D6, D7), kuat (C1, C4,
C5, C8, D2, D4), sangat kuat (A1, A2, A3, B1, B2)