Institusion
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Author
RAJA INDRIANI, FAJRIANTI
Adji, Suradji Muhammad
Edy, Akhyary
Subject
362.7 Problems and Services to Young People/Permasalahan dan Layanan kepada Anak dan Remaja
Datestamp
2022-05-17 07:47:33
Abstract :
Permasalahan kekerasan terhadap anak merupakan masalah yang setiap tahunnya
sering terjadi. Untuk itu permasalahan kekerasan terhadap anak ini tidak mampu
ditangani oleh satu lembaga saja sehingga pemerintah dan lembaga lain
melakukan kolaborasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses serta
faktor penghambat Collaborative Governance dalam perlindungan anak dikota
Batam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berjenis deskriptif
dengan sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, dimana
pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.
Data yang sudah didapat dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah
meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian
ini peneliti menggunakan teori Ansell and Gash. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa telah adanya kolaborasi antara Dinas P3AP2KB Kota Batam,
Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam, KPPAD Kota Batam,
P2TP2A Kota Batam, Polresta Barelang Kota Batam, dan Rumah Faye. Hal ini
dapat dilihat dari pada 5 tahap proses kolaborasi yaitu pada indikator dialog tatap
muka yang dilakukan dengan rapat koordinasi yang dilakukan para aktor, pada
indikator membangun kepercayaan dengan adanya intensitas komunikasi yang
terjalin, namun adanya kurang kepercayaan dari korban terhadap para aktor
kolaborasi, pada indikator komitmen terhadap proses dengan adanya keterkaitan
tugas dan fungsi para aktor, pada indikator pemahaman bersama masih adanya
kurang rasa bertanggungjawab dengan tugas dan fungsi dari salah satu aktor
kolaborasi, dan pada indikator hasil sementara masih adanya peningkatan kasus
kekerasan anak yang bahkan kasus yang sama terus berulang setiap tahunnya.
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu kolaborasi yang dilakukan belum berjalan
secara optimal. Namun terdapat dua indikator yang sudah berjalan optimal yaitu
adanya dialog tatap muka yang dilakukan para aktor dan komitmen yang tinggi
dari para aktor. Faktor penghambat dari collaborative governance dalam
perlindungan anak dikota Batam yaitu kurangnya sosialisasi, minimnya partisipasi
masyarakat, dan sulitnya mendapatkan informasi.